Berdasarkan pemetaan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, terdapat sekitar 1.500 anak dan remaja migran yang tinggal dan beraktivitas di Kota Ruteng. Mereka menjadi kelompok prioritas karena membutuhkan sistem pelayanan yang lebih mudah dijangkau, cepat, dan berkesinambungan.
Melalui Kartu Peluk Anak, pemegang kartu akan memperoleh sejumlah manfaat, antara lain:
1. Prioritas antrean pelayanan di fasilitas kesehatan.
2. Pendampingan pelayanan yang ramah anak dan remaja.
3. Akses yang lebih mudah terhadap layanan kesehatan dasar, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan jiwa, imunisasi, dan skrining kesehatan.
4. Edukasi kesehatan yang berkelanjutan.
5. Rujukan yang lebih terintegrasi apabila diperlukan.
Program ini juga menjadi bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak, sekaligus memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu.
Menutup pernyataannya, Jefrin Haryanto mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum perubahan budaya pelayanan.
“Hari Anak Nasional bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang keberpihakan. Mulai hari ini, mari kita pastikan setiap anak yang memasuki puskesmas atau rumah sakit merasa dihargai, didengar, dan diprioritaskan. Karena pelayanan terbaik kepada anak hari ini adalah investasi terbaik bagi Manggarai di masa depan.”
Dengan diluncurkannya Kartu Peluk Anak, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai berharap semakin banyak anak memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas, sehingga tumbuh menjadi generasi yang sehat, bahagia, tangguh, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











