Cepat, Lugas dan Berimbang

Ganjar Gelisah dan Terusik, Gibran Tetap Cawapres dari Keputusan yang Melanggar Etik

“Mengapa keputusan dengan masalah etik, di mana etik menjadi landasan dari hukum, masih dijadikan rujukan dalam kita bernegara. Mengapa hukum tampak begitu menyilaukan dan menyakitkan mata sehingga kita rakyat sulit sekali memahami cahayanya,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan dia menyampaikan hal ini sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, menghadapi tercederainya demokrasi dan keadilan belakangan ini. Dia bahkan mengkategorikan demokrasi bangsa ini di ambang kehancuran.

Namun demikian, ia merasa lega, sebab sanksi yang diberikan oleh MKMK, menurut Ganjar sudah cukup untuk membuktikan bahwa MK masih menjunjung tinggi ruh demokrasi.

“Saya berbicara sebagai bagian dari warga, sebagai bagian dari rakyat yang ikut gelisah melihat demokrasi dan keadilan yang sedang mau dihancurkan. Majelis kehormatan MK menyampaikan keputusannya. Majelis Kehormatan MK telah membuktikan bahwa lembaga tertinggi konstitusi republik ini masih menjunjung tinggi ruh demokrasi,” ucapnya.

Terakhir, ia menegaskan bahwa perjalanan Indonesia masih sangat panjang. Ia berharap masa depan Indonesia dapat dibangun dengan fondasi dan nilai-nilai luhur bangsa tanpa satupun tendensi yang mencederai demokrasi dan keadilan. ***

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN