Bayi tersebut memiliki berat badan 3.100 gram dan panjang badan 49 cm, dengan lingkar kepala 34 cm dan lingkar dada 33 cm.
Kedua ibu dan bayi mendapatkan pemantauan dari tenaga kesehatan setelah proses persalinan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap baik.

Adrianus Gaur menegaskan bahwa dalam situasi tanggap darurat, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas, termasuk pelayanan bagi ibu hamil, ibu bersalin, bayi dan kelompok rentan lainnya.

“Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk pelayanan persalinan. Kondisi tanggap darurat tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Kelahiran dua bayi tersebut menjadi kabar bahagia sekaligus menghadirkan harapan baru bagi masyarakat di tengah masa tanggap darurat bencana gempa bumi yang masih berlangsung di Kabupaten Manggarai.
Dua kelahiran ini juga menjadi gambaran bahwa di tengah situasi sulit akibat bencana, kehidupan terus berjalan. Kehadiran dua bayi yang lahir dengan selamat menjadi simbol harapan, kehidupan dan semangat untuk bangkit bersama.
Pemerintah Kabupaten Manggarai terus memastikan pelayanan dasar, terutama pelayanan kesehatan, tetap berjalan selama masa tanggap darurat. Seluruh tenaga kesehatan diharapkan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak bencana.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












