2. Pembuatan Pakan Mandiri Berbasis Sumber Daya Lokal
Untuk memanfaatkan sumber daya lokal, Mahasiswa dan dosen mendampingi KWT meracik pakan pellet secara mandiri, dengan memanfaatkan bahan lokal agar lebih hemat dan mudah diakses.
3. Pembuatan Desinfektan Nabati dan Pestisida Alami
Upayah untuk mengahsilkan Desinfektan Nabati dan Pestisida alami, materi diambil dari modul pelatihan FPP yang memperkenalkan bahan-bahan lokal seperti bawang putih, serai, daun sirih, dan bahan nabati lain yang efektif mengatasi OPT (Organisme Pengganggu Tanaman).
Pelatihan ini ditutup dengan sesi praktek langsung sehingga peserta dapat menguasai teknik secara menyeluruh.
Warga Desa Wae Munde Menyambut Program dengan Antusias
Drh. Robert, pendamping kelompok tani, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran FPP Unika St. Paulus Ruteng yang membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani.
“Kami sangat bersyukur karena FPP bergandengan tangan dengan kelompok tani kami. Bukan hanya materi yang kami dapat, tetapi juga pelatihan yang begitu aplikatif,” kata drh. Robert.
Ia menambahkan bahwa hasil pelatihan ini langsung membuka wawasan baru bagi kelompok tani.
“Kami belajar vaksinasi ayam KUB lewat tetes mata, cara membuat pakan pellet dari bahan lokal, hingga membuat desinfektan alami untuk tanaman kakao. Pengetahuan ini sangat membantu kami,” jelasnya.
Menguatkan Kemandirian Pangan Perdesaan
Kegiatan Bina Desa ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pertanian dan peternakan, tetapi juga mendorong transformasi mindset kelompok tani untuk lebih mandiri dan berdaya saing.
Dr. Yuliana menegaskan kembali harapannya: “Kami ingin masyarakat Wae Munde tumbuh menjadi komunitas pertanian yang mandiri, inovatif, dan mampu mengoptimalkan sumber daya lokal secara berkelanjutan.”
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel


