Selain meminta penjelasan terkait perbedaan data tersebut, Fraksi NasDem juga menyoroti rendahnya realisasi pendapatan dari sektor pajak daerah dan retribusi daerah.
Fraksi mencatat realisasi pajak daerah tahun 2025 hanya mencapai Rp30,28 miliar atau sekitar 67,07 persen dari target APBD Perubahan sebesar Rp45,15 miliar.
“Pendapatan Asli Daerah pada pajak daerah dari target APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp45,15 miliar realisasinya sebesar Rp30,28 miliar. Hal ini mengalami penurunan dari target. Mengapa terjadi penurunan, mohon penjelasannya,” ujar Adrianus Nanggur.
Hal serupa juga terjadi pada sektor retribusi daerah. Dari target sebesar Rp12,36 miliar, realisasi penerimaan retribusi hanya mencapai Rp7,13 miliar.
Fraksi Restorasi Partai NasDem meminta pemerintah daerah menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan tidak tercapainya target pendapatan pada kedua sektor tersebut.
Selain itu, Fraksi NasDem juga meminta pemerintah daerah menyampaikan informasi terkait penerimaan dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) pada tahun 2024 dan 2025.
Menurut fraksi, informasi tersebut penting untuk mengetahui kontribusi kebijakan opsen pajak kendaraan terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Selain memberikan catatan terhadap aspek keuangan daerah, Fraksi NasDem juga menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur yang dinilai penting mendukung mobilitas masyarakat. untuk
Fraksi meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai melakukan rehabilitasi jalan hotmix pada ruas Pela-Ramut, khususnya di titik Wae Lolong, Desa Popo, Kecamatan Satar Mese Utara.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











