Cepat, Lugas dan Berimbang

Cegah Kejadian Tragis di NTT Terulang, Kades Diminta Aktif Pantau Kelompok Rentan

Kelompok Rentan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026)

Jakarta, infopertama.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta kepala desa aktif memantau serta mengawasi kondisi kelompok masyarakat rentan.

Prasetyo mengatakan, langkah proaktif di tingkat desa dan kelurahan diperlukan guna membantu pemerintah pusat mempercepat pengentasan kemiskinan.

“Kepala desa atau kepala dusun yang terus-menerus melakukan monitoring dan melaporkan manakala ada warganya yang belum termasuk atau belum tercatat sebagai penerima manfaat dari program-program pemerintah,” kata Prasetyo, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Menurut dia, pemantauan aktif tersebut diharapkan dapat mencegah terulangnya peristiwa-peristiwa memprihatinkan seperti kasus anak SD yang bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami memastikan, kalaupun belum bisa kita berdayakan secara mandiri, tetapi kehadiran atau intervensi pemerintah harus kita pastikan untuk menyentuh ke seluruh lapisan, terutama yang paling bawah, sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” imbuh Prasetyo.

Ia menegaskan pemerintah menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pengentasan kemiskinan yang selama ini dijalankan.

“Ini bagian dari yang harus kita evaluasi secara menyeluruh gitu. Masalah pendataan, masalah laporan, termasuk kepedulian sosial kita,” tutur dia.

Diketahui, seorang anak berusia 10 tahun dengan inisial YBS tewas dan diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Kamis (29/1/2026) siang.

Sebelum kejadian, siswa yang baru duduk di bangku kelas IV tersebut sempat meminta uang kepada sang ibu untuk membeli buku dan pulpen, sebagaimana dilaporkan Kompas.id pada Senin (2/2/2026). Tapi, permintaan itu tak bisa dikabulkan karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Kasus ini menyedot perhatian publik secara meluas, bahkan ada anggota DPR yang mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk usut tuntas.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel