Kategori: Cetak KTP

  • Beda Orang Beda Sensasi : Hasrat Liar Bu Persit Gilir 13 Prajurit di Rudin Suami

    Beda Orang Beda Sensasi : Hasrat Liar Bu Persit Gilir 13 Prajurit di Rudin Suami

    infopertama.com – Publik tanah air dihebohkan dengan kabar dari tanah Timur Indonesia, di Jayawijaya, Papua Pegunungan. Seorang ibu rumah tangga berstatus Ibu Persit (Istri Prajurit) menjadi pusaran skandal memalukan yang menyeret belasan prajurit TNI AD aktif.

    Fadila Sasbila Nurahmidin, ibu Persit Sertu Agustian yang bertugas di Yonif 756/WMS, harus berhadapan dengan aparat penegak hukum militer. Perempuan berusia 26 tahun itu diduga menjalin “hubungan terlarang” dengan 13 oknum anggota TNI AD.

    Wanita kelahiran Jayapura, 17 September 1999 ini menjadi tokoh sentral skandal memalukan di tubuh TNI AD.

    Statusnya masih sebagai istri sah dari Sertu Agustian, seorang prajurit TNI AD yang bertugas di Batalyon Infanteri 756/Wimane Sili.

    Dalam kesehariannya, ia beraktivitas sebagai ibu rumah tangga yang menetap di rumah dinas (Asmil) Yonif 756/WMS, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

    Rumah dinas yang seharusnya menjadi tempat membina keluarga yang harmonis justru disebut-sebut sebagai salah satu lokasi utama skandal tersebut.

    Tak hanya di rumah dinas, lokasi-lokasi pertemuan lainnya disebutkan dalam berkas pemeriksaan, mulai kos-kosan di Jalan Bhayangkara hingga hotel di wilayah Wamena.

    Chat Medsos Berujung Ranjang

    Kasus ini tidak akan pernah terbongkar jika Sertu Agustian, suami Fadila, tidak mengambil langkah ekstrem. Merasa ada yang tidak beres dengan rumah tangganya, ia pun melakukan langkah investigasi pribadi.

    Hasilnya, ia menemukan bukti-bukti komunikasi yang mencurigakan antara istrinya dengan sejumlah pria.

    Pada 17 Februari 2026, dengan membawa surat pengaduan resmi bermeterai, Sertu Agustian melaporkan istrinya beserta 13 nama oknum prajurit ke markas Yonif 756/WMS, Wamena.

    Laman: 1 2 3 4

  • Takut atau Hormat? Rahasia Suami yang Tidak Pernah Melawan Istri

    Takut atau Hormat? Rahasia Suami yang Tidak Pernah Melawan Istri

    infopertama.com – Sepintas Laki laki umur kepala lima itu kelihatan gagah. Pangkat di pundak. Jabatan tinggi. Anak buah banyak. Kalau di kantor suaranya berat, sekali batuk satu ruangan diam.

    Tapi begitu sampai rumah… Istri bilang pelan saja, “Pa, kita bicara sebentar.”

    Langsung jantung deg-degan kayak mau sidang kasus besar.

    Nah ini takut atau hormat?

    Mari kita luruskan dulu. Bapak-bapak itu bukan takut. Kita ini… lebih tepatnya menghargai stabilitas nasional dalam rumah tangga.

    Pengalaman mengajarkan:

    Jika emak-emak sudah kibarkan bendera perang, ombak badai, gelombang pasang, topan puting beliung pun kalah dramatis. (ngeri kan)

    Kalimat pembuka biasanya santai:

    “Aku nggak marah kok…”

    Tapi itu justru alarm level merah.

    Padahal di luar rumah, kita ini singa. Berani nequr siapapun. Di lapangan. berani ambil keputusan besar. Di rapat, presentasi tanpa hafal materi nyerocos tanpa jeda

    Tapi di rumah?

    Pap tadi lupa apa?” Langsung memori hilang semua. Sampai nama sendiri aja lupa.

    Ini bukan takut. Ini survival instinct. (insting bertahan hidup)

    Secara psikologis, laki-laki itu memang dibesarkan dengan konsep “harus kuat”. Harus jadi pemimpin. Harus jadi penyelesain masalah. Tapi setelah menikah puluhan tahun, kita sadar satu hal: “tidak semua masalah harus diselesaikan dengan debat”.

    Kadang lebih aman jawab, “Iya, Ma. Salah aku.”

    Bukan karena kalah. Tapi karena males ribut tiga babak plus tambahan waktu.

    Laki-laki usia 50-an itu energinya sudah bukan buat adu argumen. Kita lebih pilih damai daripada menang.

    Laman: 1 2 3

  • Kepergok Pangku-Pangkuan dengan Istri Tetangga, Pemuda di Blora Polisikan Orang Sekampung

    Kepergok Pangku-Pangkuan dengan Istri Tetangga, Pemuda di Blora Polisikan Orang Sekampung

    Blora, infopertama.com – Seorang pemuda berinisial MM (23) tertangkap basah sedang pangku-pangkuan dengan istri tetangga, di Desa Srigading, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Warga yang kesal lalu menghakimi pelaku, menelanjanginya, dan mengaraknya ke kantor desa.

    Merasa diperlakukan seperti binatang, MM menggandeng pengacara dan melaporkan warga Desa Srigading. Dia ingin, warga tersebut dihukum.

    “Indonesia adalah negara hukum, tindakan main hakim sendiri tidak boleh dibiarkan,” ungkap Yusuf Nurbaidi, Kuasa hukum MM, dikutip Selasa (10/2/2026).

    Laporan ini dibenarkan Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono. Dikatakan, laporan diterima.

    Dikatakan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan kepada MM dan menemukan adanya sejumlah luka di tubuh akibat aksi main hakim sendiri.

    “Setelah kami menerima laporan dugaan perbuatan perzinaan, anggota mengamankan pelaku dan membawanya ke Polsek. Memang terdapat luka-luka,” jelasnya.

    Berdasarkan informasi yang terhimpun, MM diduga berselingkuh dengan istri seorang warga, di Desa Srigading, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

    Keduanya dipergoki saat tengah asyik berpangku-pangkuan di ruang tengah. Warga yang kesal lalu menghakimi pelaku, menelanjanginya dan mengaraknya sejauh 1 Km ke kantor desa.

    Peristiwa ini sendiri menyita perhatian publik. Terlebih setelah video pelaku diunggah oleh akun Instagram @fakta.indo. Tidak sedikit yang mengecam.

    “Sekarang maksiat, kriminal menjadi profesi kebanggan dan dilindungi aparat keamanan. Gara gara jambret dikasih angin ya seperti ini,” komen @yan.kurnianto.

    Laman: 1 2

  • Pesona Usia Matang: Emak-Emak Usia 40-an Ternyata Menarik Perhatian Pria Muda

    Pesona Usia Matang: Emak-Emak Usia 40-an Ternyata Menarik Perhatian Pria Muda

    infopertama.com – Dulu, ada stigma bahwa daya tarik wanita akan menurun seiring bertambahnya usia. Namun, kekinian, realitanya justru terbalik. Banyak pria di usia 20-an atau awal 30-an yang justru merasa wanita usia 40-an jauh lebih memikat dibandingkan rekan sebaya mereka.

    Apa sebenarnya rahasia di balik pesona “Emak-emak” modern ini? Ternyata, ini bukan soal fisik semata, melainkan tentang paket lengkap yang hanya dimiliki oleh kedewasaan.

    Kepercayaan Diri adalah “Magnet” Utama

    Wanita di usia 40-an biasanya sudah selesai dengan drama pencarian jati diri. Mereka tahu siapa mereka, apa yang mereka inginkan, dan apa yang pantas mereka dapatkan.

    Kepercayaan diri yang tenang (tidak meledak-ledak) inilah yang dianggap sangat seksi bagi pria muda. Tidak ada lagi permainan kode-kodean yang membingungkan; mereka berkomunikasi dengan lugas.

    Kestabilan Emosi yang Menenangkan

    Berbeda dengan dinamika hubungan di usia 20-an yang seringkali penuh gejolak emosi, wanita 40-an cenderung lebih stabil. Mereka tidak mudah “meledak” karena hal sepele. Bagi pria muda yang lelah dengan drama atau tuntutan yang tidak realistis, kehadiran wanita matang memberikan rasa nyaman dan kedamaian.

    Kemandirian (Financial & Mental Independence)

    Banyak wanita di usia ini yang sudah mapan dalam karier dan hidupnya. Mereka tidak mencari pria untuk menjadi “penyelamat” finansial atau pemberi validasi terus-menerus. Kemandirian ini justru membuat pria merasa lebih dihargai sebagai pasangan, bukan sekadar sebagai penyokong beban hidup.

    Percakapan yang Berbobot

    Pengalaman hidup selama empat dekade membuat wanita usia 40-an menjadi teman bicara yang luar biasa.

    Mereka punya wawasan luas, mulai dari masalah karier, hobi, hingga filosofi hidup. Pria muda sering kali merasa terinspirasi dan tertantang secara intelektual saat mengobrol dengan mereka.

    Laman: 1 2 3 4 5

  • Semua Merasa Korban NPD, tapi Tak Paham Apa itu NPD

    Semua Merasa Korban NPD, tapi Tak Paham Apa itu NPD

    Mengaku Korban NPD: Refleksi atau Reaksi?”

    infolovers, jika kita rajin scrolling di medsos cukup sering kita menemukan story-story dari Emak-emak yang selalu menjadi korban NPD. Ada yang emang benar korban NPD, tapi paling banyak hanya mengaku jadi korban, ikutan tren dengan istilah NPD tapi gak ngerti NPD itu apa…. Yang penting NPD ada dalam story medsos dan diserbu like serta komentar.

    Emak-emak… mari kita jujur sebentar Sekarang ini, di grup WA, story tiktok, FB sampai IG story, kata yang paling sering muncul selain “capek” dan “butuh healing” adalah NPD.

    Sedikit-sedikit:

    “Aku korban NPD.”

    “Capek hidup sama NPD.”

    “Ternyata selama ini aku dimanipulasi NPD.”

    Padahal kalau ditanya pelan-pelan:

    “NPD itu apa sih, Mak?”Jawabannya sering:

    “Pokoknya orang jahat.”

    “Pokoknya bikin sakit hati.”

    “Pokoknya dia salah, aku korban.”

    Nah… di sinilah kita perlu duduk manis, ngopi sebentar, dan ngobrol pelan-pelan. Biar nggak asal cap, nggak asal nuduh, dan yang paling penting: nggak malu sendiri nanti kalau sadar…

    NPD Itu Apa Sebenarnya?

    NPD itu singkatan dari Narcissistic Personality Disorder.

    Artinya apa? Tenang… bukan mantra, bukan penyakit nular.

    Artinya sederhana: pola kepribadian orang yang terlalu fokus ke dirinya sendiri dan susah banget empati ke orang lain. Nah Ciri umumnya:

    Merasa paling benar

    Paling berjasa

    Paling capek

    Paling menderita

    Kalau salah, pasti salah orang lain!

    Penting ya, Mak: NPD itu bukan:

    Orang yang lagi emosi

    Orang yang nyebelin

    Suami yang keras kepala

    Istri yang cerewet

    Kalau cuma berantem, kesel, sakit hati… itu namanya konflik, bukan NPD.

    Laman: 1 2 3

  • Ketika Kesepian Mengajarkan Cara Berpura-pura Mencintai

    Ketika Kesepian Mengajarkan Cara Berpura-pura Mencintai

    infopertama.com – Kadang yang kita sebut cinta, hanyalah kesepian yang belum sembuh.

    Kesepian itu licik.

    Dia nggak datang sambil teriak, “Aku sepi!” Dia datang pelan-pelan… pakai senyum, pakai perhatian, pakai kata manis, pakai emoji love, pakai panggilan “sayang”, “abang”, “mas”, “ayah ganteng”.

    Dan tanpa sadar, kesepian sering menyamar jadi cinta.

    Di media sosial-terutama di live TikTok-fenomena ini makin kelihatan. Ada yang terlihat ramah, perhatian, manis banget. Seolah-olah peduli. Seolah-olah jatuh cinta. Padahal, kalau kita bongkar dari sudut pandang psikologis… yang bekerja bukan cinta, tapi kekosongan batin.

    Tulisan ini bukan untuk semua emak-emak, bukan juga untuk menyudutkan siapa pun. Ini realita. Ada. Terjadi. Dan, penting dibahas biar emak-emak paham, bapak-bapak sadar.

    Kesepian Psikologis Itu Bukan Sekadar Sendiri

    Dalam psikologi, kesepian bukan cuma soal nggak punya pasangan. Banyak orang yang:

    Punya suami tapi merasa tidak didengar

    Punya keluarga tapi merasa tak diperhatikan

    Punya teman tapi merasa tak dimengerti

    Akhirnya apa?

    Perhatian kecil terasa besar.

    Pujian receh terasa mahal.

    Chat singkat terasa spesial.

    Di titik ini, otak manusia mulai mencari pengganti kehangatan emosional. Dan media sosial menyediakan panggung yang sempurna.

    Pola Wanita Kesepian: Bukan Cinta, Tapi Validasi

    Wanita yang kesepian secara psikis sering tidak sadar sedang memakai pola ini:

    1. Lebih ramah dari seharusnya
    2. Lebih perhatian dari konteks
    3. Lebih manis dari batas wajar

    Bukan karena niat jahat. Tapi karena hatinya kosong dan ingin diisi. Maka muncullah kalimat:

    “Abang baik banget sih…”

    “Ih abang perhatian ya…”

    “Aku nyaman kalau abang di sini…”

    Padahal, di dalam hati:

    “Aku cuma nggak mau merasa sendirian.”

    Laman: 1 2 3

  • Evolusi Nyinyir Emak-Emak: Mengubah Kolom Komentar jadi Arena Perang

    Evolusi Nyinyir Emak-Emak: Mengubah Kolom Komentar jadi Arena Perang

    infopertama.com – Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi para ibu rumah tangga atau yang akrab disebut emak-emak. Awalnya, media sosial dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi, berbagi informasi keluarga, hingga tempat saling menguatkan.

    Namun seiring waktu, ruang digital ini juga mengalami pergeseran fungsi. Dari yang semula privat dan terbatas seperti grup WhatsApp, kini berkembang ke ruang publik yang lebih luas seperti TikTok, Facebook, dan Instagram. Bersamaan dengan itu, muncul fenomena “nyinyir” yang tak jarang memicu konflik, viralitas negatif, bahkan masalah sosial.

    Narasi ini tidak bertujuan menyudutkan, melainkan mengajak memahami perubahan perilaku digital emak-emak secara kritis dan edukatif.

    1. Grup WhatsApp: Awal Mula Ruang Nyaman

    Grup WhatsApp keluarga, arisan, atau sekolah anak awalnya menjadi ruang aman untuk berbagi kabar. Di sinilah emak-emak bebas mengekspresikan opini tanpa takut dilihat publik luas. Namun, karena minimnya literasi digital, obrolan sering kali bergeser menjadi gosip, asumsi, hingga penyebaran informasi yang belum tentu benar. Nyinyir muncul sebagai bentuk ekspresi emosi, solidaritas kelompok, dan kebutuhan untuk diakui.

    2. Dari Privat ke Publik: Perpindahan ke Media Sosial Terbuka

    Masuknya emak-emak ke platform seperti TikTok menandai perubahan besar. Jika di grup WA komentar hanya dibaca puluhan orang, di TikTok bisa disaksikan jutaan pasang mata.

    Sayangnya, kebiasaan lama terbawa ke ruang baru. Komentar pedas, reaksi berlebihan, dan penghakiman terbuka menjadi konsumsi publik. Algoritma media sosial yang menyukai interaksi tinggi justru memperkuat perilaku ini dengan menaikkan konten kontroversial.

    Laman: 1 2 3

  • Emak-Emak di Medsos: Saat Mulai Kepengen tanpa Bisa Jelasin Alasannya

    Emak-Emak di Medsos: Saat Mulai Kepengen tanpa Bisa Jelasin Alasannya

    infopertama.com – Topik yang menarik sekaligus menggelitik Istilah “Psikologi Hitam” (Black Psychology) apalagi jika dikaitan dengan wanita yang selalu telat sadar setelah menjadi korban di Media Sosial.

    Psikologi Hitam sering kali diasosiasikan dengan teknik manipulasi, persuasi gelap, dan kontrol pikiran. Ketika kita melihat fenomena “Emak-emak” di media sosial, kita sering melihat perpaduan unik antara kepolosan teknologi dan dorongan psikologis yang kuat.

    Sisi Gelap Jempol Bunda: Fenomena Emak-Emak di Sosmed

    Dunia digital bukan lagi milik generasi Z semata. Saat ini, kelompok “Emak-emak” menjadi salah satu demografi paling aktif sekaligus paling berpengaruh di platform seperti Facebook, WhatsApp, dan TikTok. Namun, di balik konten resep masakan dan video cucu, terdapat dinamika psikologis yang sering kali bersinggungan dengan aspek Psikologi Hitam.

    1. Manipulasi Emosional Melalui “Fear of Missing Out” (FOMO)

    Salah satu teknik dalam psikologi hitam adalah memanfaatkan rasa takut. Emak-emak sering kali menjadi sasaran sekaligus penyebar pesan berantai (hoaks) yang bernada ancaman atau peringatan medis palsu.

    Polanya: “Bagikan jika Anda sayang keluarga, abaikan jika ingin celaka.”

    Dampaknya: Pesan ini memicu rasa bersalah (guilt-tripping) yang memaksa mereka untuk menyebarkan informasi tanpa verifikasi demi menjaga “keamanan” lingkaran sosial mereka.

    2. Validasi Sosial dan Love Bombing Digital

    Psikologi hitam mengenal istilah love bombing, yakni pemberian perhatian berlebih untuk mengontrol seseorang. Di media sosial, ini mewujud dalam bentuk komentar pujian yang masif di grup-grup komunitas.

    Keinginan untuk merasa dianggap (validation) membuat mereka sangat rentan terhadap manipulasi oleh akun-akun yang menggunakan profil “ustaz”, “dokter”, atau “sosok sukses” gadungan yang memberikan perhatian palsu demi keuntungan finansial atau dukungan politik.

    Laman: 1 2 3 4

  • Puber Kedua, Fase Emak-Emak Masuk ke Medsos jadi Lebih Berisik dari Remaja

    Puber Kedua, Fase Emak-Emak Masuk ke Medsos jadi Lebih Berisik dari Remaja

    infopertama.com – Siapa bilang pubertas hanya datang saat usia belasan? Banyak emak-emak di sekitar kita yang mengalami apa yang bisa disebut “puber kedua” – fase di mana perubahan fisik, emosional, dan sosial membuat mereka tampak lebih berisik ketimbang remaja dan terkadang bertindak jauh melampaui batas logika. Dan kini, media sosial menjadi bagian tak terpisahkan yang memperkuat dinamika ini.

    Media sosial menjadi panggung paling jujur untuk melihat perubahan itu. Emak-emak yang dulu dikenal kalem, sibuk dapur, keluarga, dan urusan rumah, kini tampil percaya diri di depan kamera. Joget, live berjam-jam, caption penuh emosi, dan komentar yang kadang lebih panas dari anak SMA.

    Ini bukan cerita salah atau benar. Ini hanya pandangan dari sisi lain-tentang fase hidup yang jarang dibahas, tapi nyata terjadi.

    Penyebabnya tak bisa dipisahkan dari perubahan hormonal saat mendekati masa menopause. Perasaan tidak nyaman dengan tubuh yang berubah, ketakutan akan penuaan, dan seringkali rasa tidak puas dengan dinamika hubungan atau kehidupan rumah tangga membuat emosi menjadi mudah meledak.

    Mereka jadi lebih sering mengeluh – mulai dari rasa sakit sendi, cara anak atau suami berperilaku, hingga hal sepele seperti rasa makanan yang tidak sesuai selera – dan kini semua itu dibagikan di platform seperti Facebook, Instagram, atau TikTok yang kerap mereka gunakan.

    Puber kedua bukan istilah medis, tapi fenomena sosial. la muncul ketika seseorang-khususnya perempuan dewasa -mengalami fase ingin diakui, dilihat, dan dirasakan kembali hidupnya setelah bertahun-tahun fokus pada orang lain.

    Laman: 1 2 3 4 5

  • Menuju Masa Depan yang Berbeda

    Menuju Masa Depan yang Berbeda

    infopertama.com – Mereka mengatakan: senang menjadi seorang pria karena Anda bisa berjalan-jalan di pantai di Tunisia ber-telanjang dada tanpa dilempari batu hingga mati, kemudian Anda tidak akan lupa meletakkan barang-barang Anda; Anda bisa membuka kotak perbekalan makanan Anda dan melahap sebuah pisang di depan para tukang bangunan tanpa ragu.

    Kemudian, asyik juga menjadi wanita karena Anda dapat membeli pakaian sendiri, menyilangkan kaki tanpa harus mengatur-atur diri dan jika Anda menampar wajah seorang pria di depan umum, semua orang akan mengira, pasti Anda yang benar.

    Senangnya jadi seorang pria karena Anda dapat membeli mentimun dan sosis tanpa merasa sungkan.

    Pria dan wanita memang berbeda. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk – tetapi hanya berbeda. Ilmu pengetahuan menyadarinya, tetapi kebenaran politis berusaha sekeras mungkin untuk menyangkalnya.

    Ada pandangan sosial dan politik yang menyatakan bahwa pria dan wanita harus diperlakukan setara, berdasarkan kepercayaan aneh bahwa pria dan wanita memang sama. Namun, mereka tidak dapat membuktikannya!

    Apa yang Sebenarnya Diinginkan?

    Bagi pria modern, tidak banyak perubahan sejak berabad-abad berselang. Delapan belas persen pria zaman sekarang mengatakan bahwa pekerjaan mereka adalah hal yang paling penting dalam hidup mereka dan 99% mengatakan juga menginginkan kehidupan seks yang hebat.

    Namun bagi wanita modern, keutamaan hidup mereka sangat berbeda dengan keutamaan hidup ibu dan nenek mereka. Banyak wanita modern telah memilih karir profesional karena mereka menginginkan hal-hal yang dimiliki pria, yaitu: uang, harga diri dan kekuasaan. Berbagai macam riset memperlihatkan bahwa wanita-wanita pekerja memiliki efek samping yang dimiliki pria pada umumnya, yaitu: masalah jantung, lambung, stres dan kematian usia muda.

    Laman: 1 2 3 4

  • Menemukan Pasangan yang Tepat

    Menemukan Pasangan yang Tepat

    infopertama.com – Cinta bermula dengan gairah yang dapat berakhir dalam beberapa bulan, beberapa hari atau beberapa minggu saja. Setelah itu tiba masa mabuk kepayang yang akan berakhir juga, rata-rata 3 atau 12 bulan sebelum masa ikatan menggantikannya.

    Ketika percampuran hormon yang membutakan berkurang setelah kira-kira satu tahun, kita akan melihat pasangan kita di bawah cahaya siang hari yang terang benderang, lalu kebiasaan-kebiasaan kecil yang semula tampak menggemaskan menjadi menyebalkan.

    Dulu, Anda akan menganggap ia begitu lucu karena tidak pernah bisa menemukan yang dicarinya di kulkas, tetapi sekarang, hal itu membuat Anda ingin berteriak. Dulu ia senang sekali mendengarkan pembicaraan Anda tentang setiap hal kecil, tetapi sekarang ia sangat ingin membunuh. Anda diam-diam bertanya pada diri Anda sendiri, “Bisakah aku hidup seperti ini sepanjang sisa hidupku? Apa sih persamaan kita se-karang?”

    Bunga cinta adalah mawar. Setelah tiga hari, kelopak-kelopaknya mulai berguguran sehingga yang tertinggal hanyalah tangkai buruk berduri.

    Besar kemungkinan memang Anda berdua tidak memiliki banyak persamaan. Tujuan alam adalah mempertemukan pria dan wanita di bawah pengaruh percampuran hormon yang mengakibatkan mereka mempunyai anak dan tidak berpikir.

    Menemukan pasangan yang tepat artinya memutuskan hal-hal apa yang ingin Anda persamakan dengan pasangan Anda dalam jangka waktu yang lama, dan melakukan hal tersebut dalam keadaan mabuk kepayang karena hormon yang membutakan.

    Ketika masa mabuk kepayang telah berakhir dan pasti akan berakhir dapatkah Anda me-melihara hubungan yang awet berdasarkan persahabatan dan persamaan minat? Tulislah daftar sifat-sifat dan minat-minat yang di inginkan dalam hubungan jangka panjang Anda, sehingga Anda tahu siapa yang sebenarnya Anda cari.

    Laman: 1 2

  • Pria Meraba-raba sedangkan Wanita Tidak

    Pria Meraba-raba sedangkan Wanita Tidak

    infopertama.com – Hormon oksitosin dikenal sebagai ‘hormon belaian’, yang terlepas ketika kulit seseorang dibelai dengan lembut atau mereka sedang ditimang-timang. Hormon itu meningkatkan kepekaan terhadap sentuhan dan perasaan ikatan, serta merupakan faktor utama dalam perilaku wanita terhadap bayi-bayi dan pria. Ketika seorang wanita mulai memberikan asi, hal itu memicu refleks ‘pelepasan yang membebaskan susu dari payudara.

    Jika seorang wanita ingin menyenangkan seorang pria dengan menyentuhnya, secara alami dia akan melakukannya dengan cara yang dia sendiri juga akan senang menerima.

    Dia membelai-belai kepala kekasihnya dengan lembut, mengusap wajahnya, mengusap punggungnya dan dengan lembut menyisir rambutnya.

    Jenis sentuhan ini memiliki dampak kecil saja pada kebanyakan pria, bahkan kadang-kadang terasa mengganggu. Kulit pria kurang peka pada sentuhan dibandingkan dengan kulit wanita. Hal itu berguna supaya ia tidak terlalu mudah terluka atau merasa sakit ketika berburu.

    Pria lebih suka disentuh terutama pada area khusus, sesering mungkin. Hal itu tentu saja membuat masalah besar dalam hubungan mereka. Ketika seorang pria memutuskan untuk menyentuh seorang wanita secara sensual, ia akan menyentuhnya pada tempat yang disukainya sendiri, ia menjamah payudara dan selangkang. Itu merupakan hal teratas dalam daftar hal-hal yang dibenci wanita dan mengakibatkan rasa tidak suka pada kedua belah pihak.

    Ketika pria dan wanita saling memberikan sentuhan sensual berdasarkan pada kepentingan masing-masing kekasih dan kepekaan kulitnya, maka hubungan mereka akan semakin erat.

    Laman: 1 2 3

  • Mengapa Pria Berhenti Membelai dan Bicara

    Mengapa Pria Berhenti Membelai dan Bicara

    infopertama.com – “Sebelum kami menikah, kekasihku menggandeng tanganku di depan umum, mengusap punggungku dan bicara tanpa akhir padaku. Sekarang ia tidak pernah memegang tanganku lagi dan tidak lagi bicara – dan ia hanya menyentuhku ketika ia menginginkan seks”. Apakah keluhan ini sering terdengar?

    Setelah menikah, seorang pria tahu segala yang perlu ia ketahui tentang pasangannya dan menganggap tidak perlu lagi berbicara terlalu banyak.

    Selama bercumbu, seorang pria lebih sering menyentuh kekasihnya dibandingkan dengan ketika sudah menikahinya. Itu karena saat itu pria tersebut sangat ingin ‘menyentuhkan tangannya pada kekasihnya, tetapi ta belum mendapatkan lampu hijau untuk sentuhan seksual lainnya, maka ia menyentuh pada bagian lainnya. Ketika ia mendapatkan izin untuk menyentuh lebih jauh, otaknya tidak merasa harus kembali ke ‘cara lama lagi.

    Pria bicara banyak selama bercumbu untuk mengum-pulkan informasi – fakta-fakta dan data tentang kekasihnya dan memberikan informasi tentang dirinya sendiri.

    Ketika mereka sudah menikah, ia sudah tahu segala yang ia perlu tahu tentang istrinya dan merasa tidak perlu lagi bicara terlalu banyak. Tetapi, ketika seorang pria mengerti bahwa otak seorang wanita diprogram untuk berkomunikasi dengan bicara dan bahwa kepekaannya untuk disentuh sepuluh kali lebih besar darinya, ia dapat melatih dirinya sendiri hingga menjadi terampil dalam hal ini dan keseluruhan kualitas cintanya akan bertambah secara dramatis.

    Pria Meraba-raba sedangkan Wanita Tidak

  • Pria dan Romansa

    Pria dan Romansa

    infopertama.com – Bukan maksud pria tidak ingin bermesra dengan wanita, wanita. Buku-buku yang kita beli jelas merupakan petunjuk hanya saja mereka tidak mengerti pentingnya romansa bagi jelas bagi minat kita. Wanita membelanjakan jutaan rupiah setiap tahun untuk membeli buku-buku romantis. Majalah wanita memusatkan perhatian pada cinta, romansa, perselingkuhan orang lain atau bagaimana berlatih, makan dan berpakaian dengan lebih baik untuk mendapatkan romansa lebih banyak lagi.

    Sebuah penelitian yang dilakukan oleh orang Australia memperlihatkan bahwa wanita yang membaca novel-novel romantis bersenggama dua kali lebih sering dibandingkan dengan yang tidak. Bandingkan hal ini dengan pria yang menghabiskan jutaan rupiah untuk membeli buku dan majalah yang mengajarkan kiat-kiat teknik dalam topik-topik yang berhubungan dengan keterampilan ruang, dari komputer dan peralatan mekanis hingga kegiatan mencari makanan seperti memancing, berburu dan sepak bola.

    Maka, tidak aneh ketika tiba pada romansa, kebanyakan pria tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Itu dapat dimengerti sebagai seorang pria modern yang tidak pernah memiliki tokoh panutan. Ayah mereka juga tidak tahu apa yang harus dikerjakan, karena tidak pernah dipikirkannya.

    Seorang wanita pada satu dari empat konferensi akhir-akhir ini, berkata dia telah meminta suaminya untuk lebih memperlihatkan kasih sayangnya, dan yang ia dapat adalah sang suami mencucikan dan memoles mobilnya. Hal itu menunjukkan betapa pria menganggap ‘mengerjakan sesuatu sebagai cara menunjukkan kepedulian mereka. Suami yang sama tadi, membelikan istrinya sebuah dongkrak mobil pada ulang tahunnya dan membelikan tiket untuk menonton pertandingan gulat di bangku depan, sebagai hadiah ulang tahun perkawinan mereka yang ke sepuluh.

    Laman: 1 2

  • Pasangan Hebat Tampak Menarik, Mengapa?

    Pasangan Hebat Tampak Menarik, Mengapa?

    infopertama.com – Penelitian-penelitian di Institut Kinsey menyatakan bahwa selama bercinta, persepsi seorang pria pada pasangannya terkait pada kedalaman perasaan intimnya terhadap pasangannya itu. Ini artinya bahwa pria itu memberikan nilai lebih tinggi pada daya tarik jasmaninya jika ia jatuh cinta. Tidak peduli apakah orang lain akan menilai wanitanya seperti Michelin Man ketika ia tak berbusana. Pria akan menilai lebih rendah daya tarik jasmani seorang wanita jika ia benar-benar tidak peduli padanya, bahkan jika wanita itu secara jasmani sangat menawan.

    Ketika seorang pria tertarik pada seorang wanita, ukuran pahanya tidak lagi menjadi masalah. Baginya, paha itu sempurna. Hal itu menunjukkan bahwa ketika daya tarik jasmani seorang wanita dinilai tinggi pada pertemuan awal oleh pria, maka hubungan pasangan itu menjadi hangat dan ini merupakan satu bagian penting dari daya tariknya dalam jangka waktu yang lama.

    Ini tidak sama dengan daya tarik pria bagi wanita. Penelitian yang dilakukan pada sebuah bar para lajang telah menghasilkan sebuah gambaran tentang masalah ini.

    Para peneliti menemukan bahwa semakin malam, maka semakin menarik pula seorang wanita yang ada di dalam bar itu di mata pria lajang. Seorang wanita yang dinilai 5 dari skala 1 hingga 10 pada pukul 7 malam, bisa meninggkat nilainya menjadi 7 pada pukul 10.30 malam dan 8 pada tengah malam; ini karena pengaruh alkohol yang meningkatkan penilaian itu.

    Sebaliknya, bagi wanita, seorang pria yang bernilai 5 pada pukul 7 malam, masih tetap bernilai 5 pada tengah malam.

    Laman: 1 2 3 4