Cepat, Lugas dan Berimbang

Bupati Manggarai Buka Musrenbang Satar Mese Utara: Fokus Pada Pertanian, Pariwisata, dan UMKM

Ruteng, infopertama.com – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A., menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 dan Pencanangan Kecamatan/Desa Ramah Anak tingkat Kecamatan Satarmese Utara. Kegiatan yang mengangkat tema “Peningkatan Daya Saing Daerah Berbasis Sektor Unggulan” ini bertempat Aula Kantor Camat Satarmese Utara, pada Jumat (13/2/2026).

Turut hadir Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Kabupaten Manggarai, Camat Satarmese Utara, Kepala Sekolah, Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat setempat, beserta Pelajar.

Dalam sambutanya Bupati menegaskan pentingnya perencanaan jangka panjang yang berorientasi pada masa depan daerah. Ia menekankan visi pembangunan jangka panjang di Satarmese Utara yang berfokus pada tiga sektor utama, yaitu: Pertanian, Pariwisata, dan UMKM.

Hilirisasi Kopi dan Kawasan Industri Hijau

Pemerintah mengalokasikan 1 juta anakan kopi Arabika untuk ditanam di kawasan Satar Mese Utara diperkirakan seluas 700 hektare. Pemerintah berencana membangun fasilitas pengolahan atau pabrik skala kecil melalui koperasi atau BUMDes agar petani mendapatkan nilai tambah dari produk jadi.

“Mimpinya adalah kalau di satu kawasan, maka pengolahannya bisa di situ. Kita tidak jual kopi biji lagi,” ujar Bupati Hery. Selain bibit, pemerintah juga sedang mengupayakan bantuan pembersihan lahan dan pupuk dasar.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kekuatan Pangan Lokal

Bupati menginstruksikan agar kebutuhan dapur MBG dipasok oleh petani setempat untuk menggerakkan ekonomi desa.
“Kalau sudah berjalan 6 bulan 7 bulan masih dari luar juga, kan saya punya pertanyaan, terus selamat ke siapa? Harusnya itu sudah bisa masuk (pasokan lokal),” tutur Bupati merujuk pada kebutuhan sayur-mayur dan kacang-kacangan.

Hal ini bertujuan agar program nasional tersebut memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.

Menanggapi kasus gangguan kesehatan (keracunan) yang sempat terjadi, Bupati memastikan pemerintah menangani hal tersebut dengan serius dan melakukan pemantauan ketat di puskesmas-puskesmas terkait.

Pembangunan Ekonomi melalui Koperasi Merah Putih

Pemerintah juga mendorong pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa. Terkait penyediaan lahan untuk gerai koperasi, Bupati menginstruksikan penggunaan lahan milik Pemda atau desa dengan skema pinjam pakai, namun dengan syarat ketat: dilarang menggunakan lahan sarana pendidikan/sekolah demi menjamin pengembangan sekolah di masa depan.

Komitmen Terhadap Literasi

Menanggapi permintaan taman baca dari pelajar, bupati mengusulkan agar Rumah Gendang yang tidak dihuni dapat dimanfaatkan secara kolaboratif sebagai Taman Baca Masyarakat (TBM) guna meningkatkan minat baca anak-anak.

Lebih lanjut Bupati mengajak seluruh kepala desa, kepala sekolah, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat untuk bekerja sama dalam semangat pemerataan pembangunan agar tidak ada desa yang tertinggal dalam proses perencanaan ini.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel