“Beliau meluncurkan program pemberantasan malaria, memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, serta mendorong pembangunan infrastruktur dan industri dasar di NTT. Gaya kepemimpinannya menekankan kerja keras, inovasi, dan kedekatan dengan rakyat, sehingga dikenang sebagai pemimpin yang menyeimbangkan pembangunan fisik dengan layanan sosial,” kenang Bupati Herybertus Nabit.
Tanda Kehormatan ini lanjut Bupati Manggarai menambah jumlah Penghargaan yang telah diterima Bapa Ben Mboi. Karena sebelumnya beliau sudah menerima tanda kehormatan Bintang Sakti, Bintang Mahaputra Nararya dan Penghargaan Magsaysay award dari Negera Filipina. Magsaysay Award Foundation memberikan hadiah bagi perorangan dan organisasi Asia atas pencapaian unggul mereka di bidangnya masing-masing. “Penghargaan Magsaysay diberikan saat Bapa Ben menjabat sebagai Gubernur NTT,” jelasnya.
Dijelaskan Bupati Herybertus Nabit, Bapa Ben memiliki kedekatan yang sangat baik dengan Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Semasa hidup Bapa Ben pernah bercerita soal kedekatan dengan Pak Prabowo. Karena itu pada moment pelantikan semua Kepala Daerah di Istana Negara beberapa waktu lalu, pada sesi jabat tangan, saya menyampaikan kepada Bapak Presiden bahwa saya keponakan Bapa Ben. Dan reaksi Bapak Presiden sangat baik. Beliau sempat sampaikan Saya belajar pelajaran hidup penting dari Pak Ben Mboi,” jelas Bupati seraya mengutip pernyataan Presiden Prabowo.
Inspirasi Bagi Masyarakat Manggarai
Sementara Lydia Silvanna Djaman, S.H., LL.M. putri daerah Manggarai yang lahir di Samarinda, saat ini menjabat sebagai Deputi Bidang Perundang-undangan dan Administrasi Hukum di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Lydia Silvanna Djaman menerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera bersama 87 penerima lainnya berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/TK/Tahun 2025.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











