Cepat, Lugas dan Berimbang

Bupati Blora Terpukau Saksikan Tarian Caci Manggarai di Panggung PWI

Oplus_131072

Jakarta, infopertama.com – Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman mengaku terpukau dengan rangkaian pagelaran budaya Manggarai yang dipentaskan pada acara pembukaan rangkaian kegiatan Silaturahmi dan Presentasi Anugerah Kebudayaan yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Kepada infopertama.com, Bupati Arief Rohman menuturkan menikmati pertunjukan seni tradisional dari Manggarai.

“Mantab, keren, bagus & menginspirasi.” Ujar Politisi PKB, Bupati dua Periode itu via gawainya, Kamis.

Ketahui, Tarian Caci, salah satu kekayaan seni budaya Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), membuka rangkaian kegiatan Silaturahmi dan Presentasi Anugerah Kebudayaan yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Penampilan tarian caci tersebut menjadi simbol kuat bahwa kebudayaan daerah merupakan fondasi utama pembangunan kebudayaan nasional.

Pertunjukan seni budaya Manggarai dipimpin langsung oleh Bupati Manggarai, Heribertus Geradus Laju Nabit.

Nuansa etnik yang kental menghidupkan suasana awal acara dan menghadirkan pesan tentang pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.

Kegiatan semakin khidmat saat seluruh peserta berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Silaturahmi dan presentasi ini menjadi tahapan penting menjelang penyerahan Trofi Abyakta pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar di Banten, pada 9 Februari 2026.

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis tidak hanya dalam mengawal isu politik dan ekonomi, tetapi juga dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan nasional.

“Pembangunan kebudayaan harus dimulai dari daerah. Karena itu, silaturahmi dan presentasi ini penting, sebab proposal tertulis saja tidak cukup. Kemajuan budaya daerah akan sangat menentukan arah kebudayaan nasional,” ujarnya.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, melalui sambutan yang dibacakan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Atal S. Depari, menyampaikan bahwa Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI bukan sekadar kegiatan seremoni.

“Anugerah ini merupakan pengakuan moral dan historis atas peran kebudayaan sebagai jiwa bangsa. Ini juga bentuk apresiasi kepada para insan budaya dan para pemimpin daerah yang konsisten menjaga identitas Indonesia di tengah arus perubahan zaman,” kata Atal.

Menurutnya, kekuatan utama Indonesia justru terletak pada kekayaan budaya yang dimiliki dan telah diakui dunia, termasuk oleh UNESCO.

“Dengan ribuan bahasa dan ragam tradisi, pembangunan yang berlandaskan kebudayaan adalah sebuah keharusan. Tanpa kebudayaan, pembangunan akan kehilangan arah, makna, dan identitas,” tambahnya.

Dalam pandangan tersebut, pers dinilai memiliki peran penting sebagai penjaga ingatan kolektif bangsa, ruang dialog kebudayaan, serta penghubung antara tradisi dan modernitas.

Pers yang sehat adalah pers yang memberi ruang bagi kebudayaan untuk tumbuh, dikenal, dan dihargai publik.

Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, menilai wartawan memiliki kedekatan yang kuat dengan kebudayaan melalui tugas pencatatan sejarah, tradisi, dan dinamika sosial masyarakat.

“Wartawan mencatat sejarah dan budaya. Dari catatan itulah nilai-nilai budaya dapat terus hidup. Ke depan, para pemimpin daerah diharapkan mampu mencatatkan dirinya sebagai pelindung dan penyelamat budaya yang kini mulai tergerus,” ujarnya.

Totok menambahkan, keberhasilan seorang wali kota, bupati, atau gubernur tidak hanya diukur dari capaian pembangunan fisik, tetapi juga dari komitmennya dalam melindungi dan melestarikan kebudayaan daerah.

“Jika suatu daerah didominasi budaya asing, mulai dari makanan hingga pola interaksi sosial, maka budaya lokal bisa hilang dan hanya tersisa kenangan. Di sinilah pers harus hadir sebagai penjaga, pejuang, sekaligus tonggak kebudayaan bangsa,” tegasnya.

Usai kegiatan silaturahmi, PWI Pusat menjadwalkan presentasi Anugerah Seni dan Kebudayaan yang akan diikuti oleh 10 kepala daerah dari berbagai daerah di Indonesia pada Jumat (9/1/2026).

Para peserta terdiri dari tiga wali kota dan tujuh bupati. Kegiatan ini menegaskan komitmen PWI Pusat untuk terus menempatkan kebudayaan sebagai roh pembangunan nasional, dengan pers sebagai mitra strategis dalam menjaga identitas dan keberlanjutan budaya Indonesia

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel