BINDA NTT Genjotkan Vaksinasi di Awal Tahun

BINDA NTT

Ruteng, infopertama.com – Badan Intelijen Nasional Daerah Nusa Tenggara Timur (BINDA NTT) terus melaksanakan vaksinasi massal kepada para pelajar SMP/SMA sederajat. Kegiatan itu berlangsung di aula SMK Santa Mathilda Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Hal itu BINDA lakukan ‘tuk memaksimalkan kekebalan komunal (Herd Imunity) bagi para pelajar.

Program vaksinasi Covid-19 BIN tersebut dalam rangka mendukung para pelajar agar bisa segera melaksanakan pembelajaran tatap muka. Dan, untuk mempercepat upaya pemerintah memutus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Manggarai.

Beberapa sekolah mengikuti giat vekasinasi pada Jumat (21/01/2022) tersebut yaitu SMK santa Mathilda Ruteng, SMP/SMAK Santu Frasiskus Xaverius Ruteng. Selain itu ada SMK Elanus, SMA/SMAK Karya Ruteng. Kemudian, SMA/SMAK Bina Kusuma, SMA/SMK Widya Bakti, SMP Imaculata, dan SMP St. Petrus serta Madrasah Aliah Negeri (MAN).

Adapun jenis Vaksinnya adalah jenis P-fizher dengan jumlah sasaran sebanyak 164 dosis I dan 275 dosis II. Sementara jenis Sinovac dengan jumlah sasaran 24 dosis II.

Kepada media ini, Kepala SMK Santa Mathilda, Yosep Van menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemda Manggarai dan BINDA NTT yang sudah melaksanakan vaksinasi di SMK Santa Matilda.

“Pelaksanaan Vaksinasi ini merupakan nilai plus buat kami di SMK Santa Mathilda. Karena sudah memberikan kesempatan untuk adakannya vaksinasi khusunya anak-anak kami.” Ungkapnya.

Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar merupakan dukungan Pemerintah Kabupaten Manggarai yang berkerjasama dengan BINDA NTT untuk mencegah penularan Covid-19.

Dia berharap, dengan selesainya vaksinasi ini, dapat melaksanakn proses belajar mengajar secara tatap muka secepatnya.

“Sebagai generasi masa depan bangsa, kita berkewajiban untuk memberikan yang terbaik buat mereka. Maka dari itu dengan selesainya vaksinasi pagi ini, berharap dapat segera melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka. Mengingat pembelajaran secara online pelaksanaanya belum efektif,” tutupnya.

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV