Gandeng Kevikepan Ruteng, Ayo Indonesia Perkuat Peran Pastor Paroki Dalam Pastoral Inklusif ODGJ

0-0x0-0-0#

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Manggarai, Bertolomeus Hermopan, melaporkan bahwa jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Manggarai mencapai 899 orang. Data ini dihimpun dari seluruh puskesmas di wilayah tersebut dan menunjukkan tren kenaikan kasus sebesar 100–150 orang setiap tahun. Dari total tersebut, sekitar 89 persen di antaranya masuk dalam kategori skizofrenia berat.

Hermopan menjelaskan bahwa salah satu gejala awal yang umum ditemui adalah depresi, ditandai dengan perilaku menarik diri dari lingkungan sosial, kehilangan semangat, serta hilangnya minat terhadap aktivitas sehari-hari.

Ia juga menekankan pentingnya menghapus stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Ia menegaskan bahwa Dinas Kesehatan tidak pernah memperlakukan ODGJ sebagai orang gila. “Mereka adalah bagian dari masyarakat yang berhak mendapat perlakuan manusiawi dan pelayanan yang layak,” tegasnya.

Faktor pemicu dominan meliputi tekanan ekonomi, kondisi sosial yang tidak stabil, serta pengaruh budaya lokal yang belum sepenuhnya memahami isu kesehatan jiwa.

Sementara itu, Pater Yosef Masan Toron, SVD, dalam pemaparan materinya menyoroti peran Gereja Katolik dalam pelayanan bagi penyandang disabilitas, termasuk ODGJ. Ia menyebutkan bahwa disabilitas merupakan bagian dari pelayanan diakonia gereja. Dalam konteks Tahun Yubelium Keuskupan Ruteng bertema Ekaristi Transformatif, Pater Yosef mengajak seluruh umat untuk menjadikan semangat Ekaristi sebagai wujud nyata kepedulian, termasuk terhadap kelompok ODGJ. “Pintu kudus dibuka untuk menyalurkan kasih dan rahmat, terutama bagi mereka yang terpinggirkan,” ujarnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel