Cepat, Lugas dan Berimbang

Berlibur ke Malaysia, Perempuan Medan Diculik-Disiksa 10 Hari, Berikut Fakta-faktanya

Perempuan Medan
Kepala Polisi Penang, Datuk Khaw Kok Chin. Baru-baru ini dia mengungkap kasus seorang perempuan asal Medan telah mengalami cobaan yang mengerikan ketika ia diculik, dikurung, dan disiksa oleh sekelompok pria selama 10 hari di lokasi yang berbeda di beberapa negara bagian Malaysia. Penculikan tersebut dipicu karena suami korban gagal melunasi hutang sebesar 540.000 ringgit Malaysia (sekitar Rp1,7 miliar). Kepala Polisi Penang, Datuk Khaw Kok Chin, mengatakan korban yang berusia 34 tahun, diculik pada tanggal 7 September di Paya Terubong. Penculikan terjadi saat ia sedang dalam perjalanan liburan bersama tiga teman perempuannya. (Bernama)

Saat ditemukan, korban dalam kondisi lemah akibat luka-luka yang dideritanya. Korban yang memiliki bisnis online saat ini dirawat di rumah sakit dan dilaporkan dalam kondisi stabil.

5. Poilisi Tangkap 14 Orang

Polisi Malaysia melakukan operasi pencarian terhadap perempuan WNI yang diculik di negeri tersebut, usai sang suami membuat laporan penculikan. Dari operasi tersebut, polisi menangkap 14 tersangka, termasuk dua pria asing, di beberapa lokasi di Selangor, Perak dan Kuala Lumpur.

“Di antara mereka yang ditahan adalah dalangnya, berusia 35 tahun, sembilan pria lokal, dua wanita lokal, dan dua pria asing, semuanya berusia antara 23 dan 70 tahun,” jelas Kepala polisi negara bagian Penang, Khaw Kok Chin.

6. Tersangka Utama Penculikan: Rekan Bisnis Suami Korban

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa tersangka utama penculikan WNI di Malaysia adalah rekan bisnis suami korban. Suami korban disebut gagal membayar utang bisnis sehingga terjadi penculikan itu.

Suami korban dan rekan bisnisnya itu merupakan kontraktor dan menjalankan usahanya di Kuala Lumpur. Setelah menyadari utang usahanya tidak lunas, tersangka naik pitam dan menculik istri rekan bisnisnya.

“Kami menyita beberapa barang antara lain 23 unit handphone, 36 kabel pengikat, uang tunai RM4.800, rantai besi dan batang. Disita juga empat kendaraan yang digunakan untuk mengangkut korban,” ujar Khaw.

7. Penyebab Penculikan: Suami Korban Punya Hutang Bisnis dengan Tersangka

Polisi mengungkapkan bahwa penculikan WNI di Malaysia tersebut dipicu oleh utang suaminya sebesar Rp 1,7 miliar yang tak dibayar. Kepala polisi negara bagian Penang, Khaw Kok Chin menyebut tersangka penculikan sempat meminta korban untuk menghubungi suaminya. Sang suami diminta untuk melunasi hutang bisnis.

“Setelah penculikan, tersangka meminta korban untuk menghubungi suaminya di Indonesia untuk melunasi hutang bisnis RM540.000 (sekitar Rp 1,7 miliar),” ujar Khaw.

“Suami melakukan dua transaksi dengan total RM50.750 pada 12 September dan 13 September kepada dalang kelompok tersebut,” imbuhnya.

Namun, para tersangka tetap tidak melepaskan wanita tersebut sehingga sang suami datang ke Kuala Lumpur, Malaysia pada 15 September untuk membuat laporan polisi. Setelah menerima laporan tersebut, polisi meluncurkan operasi untuk mencari korban.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel