Ruteng, infopertama.com – Trauma fisik akibat bencana alam kerap menyisakan luka tersembunyi yang tak kalah hebat dari kerugian material. Di tengah nestapa guncangan gempa bumi yang melanda wilayah Cibal, Kabupaten Manggarai, musibah ganda harus dialami Florianus T, atau yang akrab disapa Mas, warga Kampung Pusat, Desa Perak.
Kepalanya tertimpa balok kayu berpaku saat gempa utama mengguncang pada Sabtu (15/8/2026). Benturan keras tersebut tak hanya melukai fisiknya, tetapi juga mengubah kondisi kejiwaannya secara drastis hingga ia diduga mengalami gangguan jiwa berat.
Kepanikan warga yang tengah bertahan di pengungsian kian memuncak pada Senin (24/8/2026) siang. Florianus berjalan menyusuri jalan raya hingga ke kampung tetangga sembari menggenggam batu dan sebatang kayu berukuran sedang di tangan. Kondisi psikologis yang tak stabil membuatnya beraksi agresif, mengejar beberapa warga dan melemparkan batu ke kerumunan.
Aksi tersebut menciptakan ketakutan baru di tengah ancaman gempa susulan. Sejumlah penyintas yang beristirahat di tenda pengungsian bahkan nekat berlari masuk ke rumah-rumah mereka yang retak dan mengunci pintu demi melepaskan diri dari ancaman pelemparan batu.
Kecemasan warga semakin menebal saat malam mendekat, lantaran khawatir Florianus akan membakar tenda-tenda pengungsian di tengah kegelapan.
Menyadari potensi bahaya di masa tanggap darurat, Camat Cibal Bertyn Ganar bergerak cepat memimpin penanganan bersama Babinsa dan tim medis.
Sekitar pukul 15.00 WITA, aparat gabungan mengamankan Florianus secara dramatis saat ia sedang melintas menuju Kampung Pusat. Tanpa membuang waktu, Florianus langsung dievakuasi menggunakan mobil dinas Cibal Barat menuju pusat kecamatan untuk mendapatkan penanganan medis dan pendampingan psikiatri yang memadai.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












