Karena itu, Lexy Armanjaya meminta Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai untuk mulai mengembangkan budidaya bawang merah di wilayah dingin dalam skala yang lebih besar melalui program percontohan atau pilot project.
Ia mengusulkan agar Dinas Pertanian bersama para PPL di Kecamatan Ruteng membentuk pilot project di 10 desa di Kabupaten Manggarai yang secara khusus mengembangkan budidaya bawang merah seperti yang dilakukan kelompok tani di Desa Meler.
“Desa-desa itu nantinya menjadi desa binaan yang mendapat perhatian khusus dari Dinas Pertanian,” katanya.
Lexy juga mendorong pemerintah daerah agar serius mengoptimalkan potensi kelompok tani bawang merah di wilayah dingin.
“Dinas Pertanian harus mengoptimalkan kelompok tani ini dan tancap gas mengelola budidaya bawang merah di daerah dingin,” tutup anggota DPRD dari daerah pemilihan Ruteng, Lelak, dan Rahong Utara tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai, Ferdy Ampur, menyambut baik keberhasilan budidaya bawang merah di Desa Meler. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa wilayah dataran tinggi di Manggarai memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas hortikultura, termasuk bawang merah.
“Ini menjadi pengalaman penting bagi kita bahwa bawang merah ternyata mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik di daerah dingin. Ke depan tentu akan kita evaluasi dan kembangkan secara bertahap bersama para penyuluh dan kelompok tani,” ujar Ferdy
Ia menambahkan, Dinas Pertanian siap mendukung pengembangan budidaya bawang merah melalui pendampingan teknis, penyediaan bibit, hingga penguatan kapasitas kelompok tani.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











