Material lumpur dan batu yang terbawa arus juga menumpuk di ruas jalan, mengganggu akses dan membahayakan pengguna jalan.
“Adapun material banjir yang terbawa arus air tersebut menumpuk di jalan raya. Hal ini terjadi karena debit air tinggi akibat hujan deras, tekanan air yang kuat, dan kondisi saluran yang tidak kuat menahan beban,” ujarnya.
Kades Ardi menyampaikan bahwa pemerintah desa bersama Balai Pertanian, BPD, Linmas, SIBAT, Ketua RT, serta tokoh masyarakat telah bergotong royong melaksanakan kegiatan bakti bersama pada Rabu, 10 September 2025, sebagai bentuk respon cepat terhadap bencana yang terjadi.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







