Selain itu, Fraksi Gerindra juga mengapresiasi realisasi pendapatan transfer yang mencapai Rp1,063 triliun atau 96 persen dari target sebesar Rp1,107 triliun.
Menurut fraksi, capaian tersebut menunjukkan kemampuan membangun pemerintah daerah dalam komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendukung pembiayaan pembangunan daerah.
“Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya meminta kepada pemerintah agar capaian ini dipertahankan, bila perlu ditingkatkan ke depannya melalui lobi-lobi politik anggaran ke pemerintah pusat di Jakarta,” ungkap Yonatan Yonas Bo’a.
Pada sektor belanja daerah, Fraksi Gerindra mencatat realisasi belanja daerah mencapai Rp1,215 triliun atau 93,81 persen dari anggaran setelah perubahan sebesar Rp1,295 triliun. Sementara itu, realisasi belanja operasi tercatat sebesar Rp893,87 miliar atau 93,05 persen dari anggaran setelah perubahan sebesar Rp960,62 miliar.
Selain memberikan apresiasi terhadap kinerja pengelolaan keuangan daerah, Fraksi Gerindra juga menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai.
Pertama, fraksi meminta pemerintah meningkatkan kinerja penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah yang pada tahun anggaran 2025 belum mencapai target yang telah ditetapkan.
Kedua, fraksi meminta perhatian pemerintah terhadap masih kosongnya tenaga dokter pada sejumlah puskesmas di Kabupaten Manggarai agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan optimal.
Ketiga, Fraksi Gerindra meminta pemerintah melakukan perbaikan ruas Jalan Pinggang-Ringkas di Desa Perak yang dinilai membutuhkan penanganan segera untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











