Akui Tinggal Bersama Sebelum Akad, DA: Dijanjikan Nikah Resmi oleh ASN Syahbandar Reo

Shadow of a kiss

Baliho Kontrakan, dan Status yang Menggantung

Selama berumah tangga dengan status nikah siri, DA mengaku hidup dalam tekanan. Keuangan seret, komunikasi tertutup, dan ia mengaku pernah dicekik H.

Puncaknya, H memasang baliho dikontrakkan di depan rumah tempat mereka tinggal di Pota. Bagi DA, itu kode keras.

“Saya tanya dalam hati, mau tinggal di mana kalau rumah ini dikontrakkan. Makanya saya langsung putuskan pulang ke Reo,” kenangnya.

Bahkan saat ingin melapor ke polisi, DA urung, lantaran ia menyadari hanya sebagai istri siri.

“Saya hanya sampai di luar kantor polisi. Karena, saya sadar hanya status istri siri. Akhirnya saya pulang,” katanya.

Diduga Nikah Lagi, Korban Desak Kemenhub Copot H

Penderitaan DA belum selesai. Ia kini mendengar kabar H sudah menikah lagi dengan perempuan lain asal Kupang. Pernikahan itu menurut informasi yang ia dengar, telah berlangsung di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur.

Merasa ditipu, DA mendesak atasan H di UPP Reo dan Kementerian Perhubungan untuk tidak tinggal diam.

“Copot dia kalau perlu. Jangan sampai ada perempuan lain yang jadi korban,” tegas DA.

Sampai berita ini ditulis, H belum merespons konfirmasi infopertama.com via WhatsApp. Pihak UPP Syahbandar Kelas II Reo juga belum memberi keterangan. Wartawan sudah memintai keterangan via pesan WhatsApp, namun belum dibalas.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel