Cepat, Lugas dan Berimbang

Pemda Manggarai Siapkan 1,1 Juta Anakan Kopi Gayo dan Komasti Buat Petani

oplus_131072

Ruteng, infopertama.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur fokus menjadikan Kopi sebagai salah satu komoditi unggulan.

Keseriusan itu dibuktikan dengan rencana pendistribusian 1,1 juta anakan kopi yang diperkirakan berlangsung antara September dan Oktober tahun ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai, Ferdinandus Ampur, SH menjelaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi sektor unggulan di Manggarai.

Karenanya, kata Ferdi Ampur, pemerintah Kabupaten Manggarai bersama kementerian pertanian mulai melakukan persemaian 1,1 juta benih kopi pilihan terbaik yang cocok dengan kondisi iklim di Manggarai.

“Di sini, persemaiannya tuk tuk dua jenis kopi dengan empat varietas terbaik, ada Arabika Gayo dan Komasti, kemudian, Robusta Hibiro 1 dan Hibiro 2. Rencananya, kita di Manggarai akan kembangkan Arabika Gayo dan Komasti.” Ujar Ferdi Ampur saat ditemui di lokasi penangkaran atau persemaian benih kopi di Desa Paka, kecamatan Satar Mese, Rabu, 08 April.

Ia melanjutkan, umur persemaian ini antara 7-8 bulan dengan perkiraan tinggi anakan di atas koker 20 cm baru akan dibagikan kepada CPCL (Calon Petani Calon Lahan).

“Dengan jumlah anakan ini, sudah ada 1000 hektar CPCL yang sudah mengajukan penawaran ke Dinas. Tetapi nanti kita prioritaskan CPCL kawasan tuk memudahkan pemantauan atau pendampingan. CPCL yang terpencar akan diupayakan pada tahun berikutnya.”

Menurutnya, CPCL yang sangat potensial karena satu kawasan berada di Lolang dan Jong sekitar 110 hektar.

Win, penanggungjawab PT. Triwana Lestari Abadi yang menangani persemaian bibit kopi di Iteng mengaku bangga ikut berpartisipasi dalam mewujudkan sektor pertanian di Manggarai.

Menurutnya, kegiatan persemaian di desa Paka jumlahnya 1,6 juta anakan tuk 2 kabupaten. Yang utama tuk Manggarai dengan jumlah 1,1 anakan kopi Arabika, sisanya, 500.000 kopi Robusta tuk kabupaten Manggarai Barat.

Dalam proses persemaian, jelas Win, pihak perusahaan tentu ikut andil menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Mulai dari penyiapan lahan, pengadaan Bambu tuk tenda seluas 2 hektar, penyiapan pupuk kompos oleh masyarakat sekitar (Dalam pengawasan perusahaan).

“Kita juga pekerjakan sekitar 100 orang pria dan wanita tuk mencabut rumput yang tumbuh di area persemaian dan koker. Kita beri upah harian Rp90 ribu perorang tanpa makan.” Ujar Win saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, Bupati Manggarai yang meninjau lokasi persemaian di desa Paka kepada infopertama.com menjelaskan alasan pengembangan kopi.

Menurutnya, laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Manggarai dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun 2025, ekonomi Kabupaten Manggarai tumbuh sebesar 5,09%, menunjukkan tren positif yang terus meningkat sejak tahun 2020.

“Dari 0,89% (2020) hingga kini menembus 5,09% (2025), ini menjadi bukti bahwa pembangunan daerah berjalan ke arah yang semakin baik dan berkelanjutan.

Pertumbuhan ekonomi ini erat kaitannya dengan PDRB, yang mana sektor unggulan penyumbang PDRB 2025 kita di Manggarai Pertanian, Kehutanan & Perikanan: 21,16%. Baru disusul Konstruksi: 13,09%, Perdagangan & Reparasi: 11,26% serta Informasi & Komunikasi: 10,21%.

Pertumbuhan ini, jelas Herybertus mencerminkan sinergi pembangunan lintas sektor dan komitmen kuat dalam mendorong kesejahteraan masyarakat Manggarai.

“Kita punya banyak kawasan lahan kosong, bukan lahan tidur, karena yang tidur sebenarnya kita-kita ini, para petani.”

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN