Cepat, Lugas dan Berimbang

Musrenbang RKPD di Satar Mese Utara: Siswi SMA Negeri 2 Langke Majok Suarakan Penertiban Judi Online

Ruteng, infopertama.com – Suara anak-anak sekolah mewarnai jalannya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 tingkat kecamatan dan desa di Kecamatan Satarmesse Utara, pada Jumat (13/2/2026).

Dalam forum yang digelar di Aula Kantor Camat Satarmese Utara ini, para pelajar menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya judi online yang kian meresahkan, dan mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas.

Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit S.E., M.A., yang pada saat itu hadir dalam Musrenbang tersebut mengapresiasi keberanian seorang siswi yang berasal dari SMA Negeri 2 Langke Majok yang peduli terhadap persoalan judi online.

Bupati Menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki keterbatasan kewenangan karena judi online berada di ranah digital dan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya bisa menghimbau, sementara kewenangan sepenuhnya ada di Kementrian Komunikasi dan Digital.

Ia bahkan membandingkan upaya pemblokiran judi online dengan keberhasilan pemerintah dalam mebtasi akses terhadapt situs pornografi beberapa tahun lalu.

“Beberapa tahun lalu itu semua orang bisa mengakses situs-situs dewasa, situs-situs porno. Kalau yang itu bisa dibatasi, kenapa yang jelas (judi online) tidak? Harusnya bisa,” ujar Bupati Hery.

Bupati Hery menjelaskan bahwa judi online ini merusak mental dan menguras pendapatan warga untuk hal-hal yang tidak produktif dan haram, sehingga memperparah kemiskinan.

“Seberapapun pendapatan kita, kalau kita bocornya ke hal yang haram, itu tidak akan membawa kesejahteraan,” tegasnya.

Ia menekankan judi online berdampak langsung pada keharmonisan keluarga dan kualitas Pendidikan. Orang tua yang terjebak dalam kecanduan judi cendeurng abai terhadap kualitas Pendidikan anak-anak mereka. Sehingga anak-anak kehilangan figure Pendidikan yang baik di rumah dan tidak mengikuti sekolah dengan kesadaran penuh.

“Anak-anak pergi sekolah tidak dengan kesadaran penuh, karena apa? Karena tidak dapat didikan yang baik di rumah. Orang tua sibuk hal-hal lain,” pungkasnya.

Beliau mengajak seluruh masyarakat untuk memiliki kesadaran kolektif dalam melawan pengaruh buruk ini demi masa depan generasi muda.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel