Ruteng, infopertama.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia menetapkan kenaikan jabatan akademik bagi sejumlah dosen Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng. Penetapan ini menegaskan pengakuan negara atas konsistensi kinerja tridarma perguruan tinggi yang terus bertumbuh di lingkungan Unika Santu Paulus Ruteng.
Keputusan tersebut tertuang dalam beberapa Surat Keputusan Menteri yang berlaku efektif sejak 1 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Melalui kebijakan ini, Unika Santu Paulus Ruteng memperkuat fondasi sumber daya manusia akademik sekaligus meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional.
Rektor dan Dua Dosen Raih Jabatan Lektor Kepala
Salah satu dosen yang meraih kenaikan jabatan akademik ialah Rektor Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic. Theol. Kementerian menetapkan Rektor sebagai Lektor Kepala dalam bidang Pendidikan Agama Katolik/Pendidikan Katekese Paroki, terhitung mulai 1 Desember 2025.
Selain Rektor, dua dosen lain juga meraih jabatan Lektor Kepala. Dr. Kristianus Viktor Pantaleon, M.Pd.Si. memperoleh kenaikan jabatan dalam rumpun keilmuan Pendidikan Matematika/Kalkulus Integral/Kalkulus Lanjut, efektif sejak 1 Desember 2025.
Baca Juga: Unika Ruteng Perkuat Akademiknya dengan Pengukuhan Guru Besar Baru
Sementara itu, Fransiskus Nendi, M.Pd. resmi menyandang jabatan Lektor Kepala dalam bidang Ilmu Pendidikan/Evaluasi Pembelajaran/Persamaan Diferensial, terhitung mulai 1 Januari 2026.
Dua Guru Besar Perkuat Kepemimpinan Keilmuan Kampus
Unika St. Paulus Ruteng juga mencatat capaian akademik tertinggi melalui pengangkatan dua Profesor/Guru Besar. Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si. meraih jabatan Guru Besar dalam bidang Sosiologi Agama/Multikulturalisme, berlaku sejak 1 Januari 2026.
Capaian serupa diraih Dr. Sabina Ndiung, M.Pd. yang menyandang jabatan Guru Besar dalam bidang Pembelajaran Matematika Pendidikan Dasar/Asesmen Pembelajaran Matematika, terhitung mulai 1 Januari 2026. Kehadiran dua Guru Besar ini memperkuat kepemimpinan keilmuan dan arah riset strategis kampus.
Penguatan Jabatan Akademik Dorong Budaya Riset
Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic. Theol., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Penetapan dua Guru Besar dan empat Lektor Kepala ini lahir dari ketekunan akademik, integritas ilmiah, dan komitmen jangka panjang para dosen dalam mengembangkan tridarma perguruan tinggi,” tegas Rektor.
Baca Juga: Pengukuhan Guru Besar Profesor DR. Hieronimus C. Darong
Ia menegaskan bahwa capaian ini tidak berhenti sebagai prestasi personal, tetapi menjadi tonggak penting bagi penguatan mutu akademik institusi.
“Kehadiran para Profesor dan Lektor Kepala memperkuat struktur akademik sekaligus menggerakkan budaya riset, kolaborasi lintas disiplin, dan transformasi intelektual di kampus,” lanjutnya.
Refleksi Akademik dari Guru Besar dan Lektor Kepala
Guru Besar baru, Dr. Sabina Ndiung, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya.
“Perjalanan ini membutuhkan waktu, konsistensi, dan hampir 22 tahun proses. Pencapaian ini bukan prestasi personal, melainkan hasil kolaborasi pimpinan, kolega, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta dukungan keluarga,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Kristianus Viktor Pantaleon, M.Pd.Si. menilai jabatan Lektor Kepala sebagai amanah akademik yang menuntut tanggung jawab lebih besar.
“Saya memandang capaian ini sebagai dorongan untuk terus berkarya dalam tridarma perguruan tinggi dan berkontribusi bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi di Unika Santu Paulus Ruteng,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Fransiskus Nendi, M.Pd.
“Lektor Kepala bukan sekadar gelar, tetapi tanggung jawab untuk terus menginspirasi sesama akademisi dan memberi kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan,” tuturnya.
Menuju Budaya Akademik Unggul dan Berdaya Saing
Dengan bertambahnya jumlah Guru Besar dan Lektor Kepala, Unika Santu Paulus Ruteng semakin memantapkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang serius membangun budaya akademik unggul, riset berkualitas, dan pendidikan berkarakter.
Capaian ini sekaligus menjadi energi bersama bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat demi kemajuan pendidikan tinggi Indonesia.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

