infopertama.com – Katanya, cinta itu memang membingungkan; dan itulah yang dirasakan terutama bagi pria. Mata pria dipenuhi oleh testosteron sehingga membuat mereka mudah memasuki masa birahi dan jatuh cinta.
Selama masa kegilaan, hormon testosteron pria begitu membara sehingga membuat mereka seperti buta.
Kenyataannya, ketika hal itu benar-benar terjadi, ia bisa betul-betul jatuh cinta. Wanita yang tampak begitu menarik pada tengah malam kemarin, mungkin saja bisa berubah menjadi tidak menarik sama sekali keesokan harinya – bahkan dia juga tidak cerdas sama sekali.
Tetapi karena pusat emosi dan alasan terhubung dengan lebih baik pada diri seorang wanita – dan dia juga tidak lepas kendali karena testosteron – maka baginya mudah saja untuk menilai apakah seorang pria itu berpotensi untuk dijadikan pasangan atau tidak.
Karena itulah, pada umumnya hubungan diakhiri oleh wanita dan mengapa begitu banyak pria menjadi kebingungan untuk mengerti apa yang terjadi. Wanita dapat memutuskan hubungan dengan lembut bahkan ketika mereka mencampakkan seorang pria. Dalam surat perpisahannya, beberapa orang wanita akan mengakhirinya dengan menambahkan gambar wajah bahagia atau mengatakan bahwa dia akan tetap mencintainya.
Pria Tidak Mampu Mengatakan ‘Aku Cinta Padamu’
Mengucapkan Aku cinta padamu tidak pernah menyulitkan bagi wanita. Otak seorang wanita tersusun sedemikian rupa sehingga dunianya penuh akan perasaan, emosi, komunikasi dan kata-kata. Seorang wanita tahu bahwa ketika dia merasa hangat, didamba, dicinta dan sudah dalam taraf terhubung, dia mungkin saja sudah jatuh cinta.
Namun pria tidak betul-betul yakin apa itu cinta dan mungkin saja ia bingung membedakan antara birahi dan kegilaan dengan cinta. Yang diketahuinya hanyalah bahwa ta tidak dapat menahan tangannya untuk tidak menyentuhnya sehingga … mungkinkah itu cinta? Otaknya menjadi buta karena testosteronnya, ia mengalami ereksi terus menerus dan tidak dapat berpikir dengan baik.
Sering terjadi, setelah bertahun-tahun berhubungan, ia baru mulai menyadari bahwa yang dirasakannya memang cinta. Tetapi ia melakukannya dalam tinjauan ulang.
Seorang wanita mampu mengetahui kapan cinta se-harusnya tidak mereka miliki. Karena itu pada umumnya, hubungan diakhiri oleh wanita.
Wanita mampu merasakan jika cinta itu tidak ada di antara mereka. Karena itu mereka menjadi lebih bersikap proaktif dalam mengakhiri sebuah hubungan.
Banyak pria yang takut pada komitmen. Mereka takut, jika mereka mengucapkan kata ‘C’, maka mereka akan segera terikat sepanjang hidup mereka dan kehilangan segala kesempatan untuk berjacuzzi dengan top model bugil.
Ketika seorang pria akhirnya memberanikan diri mengucapkannya juga, dia ingin mengatakannya kepada semua orang, di mana pun. Pada umumnya pria, tidak melihat adanya peningkatan orgasme pada pasangannya setelah ia mengucapkan kata ‘C’ itu.
Bagaimana Pria Mampu Memisahkan Cinta dari Seks
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



