Jakarta, infopertama.com – Laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2023 menempatkan Indonesia pada peringkat ke-3 di dunia dalam perkembangan ekonomi halal. Peringkat itu naik secara global dari posisi ke-4 pada tahun lalu.
Laporan SGIE yang dibuat oleh DinarStandard, sebuah firma penelitian di Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa nilai belanja produk halal pada 2022 mencapai US$ 2,29 triliun atau naik 9,5% (year on year).
Belanja produk ini mencakup makanan, obat-obatan, kosmetik, fesyen, pariwisata, hingga media. Jumlah ini naik 9,5% secara tahunan.
Disebutkan hingga akhir 2021, aset keuangan syariah di seluruh dunia telah mencapai US$ 3,96 triliun. Jumlah ini diperkirakan akan melonjak menjadi US$ 5,96 triliun dalam 3 tahun ke depan.
Dalam survei terdapat 81 negara yang dijadikan objek penelitian. Malaysia kembali menjadi peringkat pertama dan mempertahankan posisi tersebut selama 10 tahun berturut-turut, diikuti Arab Saudi, Indonesia ke-3 SGIE, dan UEA pada pltempat ke empat.
“Indonesia naik ke peringkat ke-3. Bahrain masuk 5 besar untuk pertama kalinya sejak 2019/2020 dan Afrika Selatan masuk 15 negara teratas untuk pertama kalinya,” tulis laporan tersebut, dikutip Rabu (27/12/2023).
Perolehan terbesar dalam 15 besar dicapai oleh Iran, Qatar, Pakistan, dan Afrika Selatan. Investasi di perusahaan yang relevan dengan ekonomi Islam meningkat secara signifikan, mencapai US$ 25,9 miliar atau tumbuh 128%.
“Lebih dari 55% investasi berada dalam kategori keuangan Islam, sementara media menarik 19,2%, pariwisata 13,1%, dan makanan halal 8,5%,” bebernya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

