Jakarta, infopertama.com – Maraknya jual beli online membuat masyarakat sangat familiar dengan sebut Cost On Delivery (COD). Namun, jangan sampai salah sebut, pasalnya ada juga istilah serupa yang hampir mirip namun berbeda. Walau, antara COD dengan Gangguan obsesif-kompulsif (OCD) erat kaitannya dengan kemarahan.
Gangguan obsesif-kompulsif atau Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) adalah kondisi kesehatan mental kronis yang terjadi dalam jangka panjang. Gangguan kejiwaan ini biasanya tandai dengan pikiran obsesif, penuh tekanan, dan perilaku berulang.
Seseorang dengan Gangguan obsesif-kompulsif (OCD) biasanya melakukan ritual yang sama (seperti mencuci tangan) berulang kali dan merasa tidak mampu mengendalikan dorongan ini. Perilaku berulang ini sering dilakukan dalam upaya untuk mengurangi tekanan dan kecemasan.
Melansir Very Well Health, Gangguan obsesif-kompulsif (OCD) telah dikaitkan dengan episode kemarahan meski hubungannya rumit. Artinya, walau orang dengan OCD kemungkinan lebih cenderung mengalami episode kemarahan. Tapi bukan berarti orang dengan OCD lebih agresif atau pemarah.
Beberapa penelitian telah menemukan hubungan antara OCD dan kemarahan di mana episode kemarahan kemungkinan lebih umum di antara orang dengan OCD. Namun, faktor lain seperti kecemasan turut memengaruhi hubungan tersebut. Jadi, meskipun ada hubungannya, kemarahan belum tentu merupakan masalah yang timbul akibat OCD.
Sebagai contoh, satu penelitian yang mengamati tentang perenungan kemarahan menunjukkan bahwa orang dengan OCD tingkat perenungan kemarahannya memang lebih tinggi dari orang tanpa OCD.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

