Jika ditelisik dari persebaran dampak di tingkat wilayah, Kecamatan Langke Rembong mencatatkan angka kematian tertinggi yaitu 14 jiwa, diikuti Kecamatan Reok Barat dengan 5 jiwa. Sementara itu, Kecamatan Reok mencatatkan korban luka berat terbanyak mencapai 32 jiwa, disusul Kecamatan Cibal dengan 7 korban luka berat, serta Kecamatan Wae Ri’i sebanyak 3 korban luka berat.
Dampak bencana pada sektor pemukiman warga tergolong sangat dahsyat dan merata di seluruh kecamatan. Dari hasil verifikasi dan validasi lapangan oleh tim teknis, sebanyak 27.596 unit rumah warga mengalami kerusakan. Rincian kerusakan tersebut mencakup 1.787 rumah rusak berat, 4.735 rumah rusak sedang, 5.789 rumah rusak ringan, serta 15.285 rumah tergolong rusak ringan di bawah 20 persen.
Kerusakan pemukiman paling parah terkonsentrasi di Kecamatan Reok Barat dengan total 4.376 rumah terdampak, disusul Kecamatan Wae Ri’i sebanyak 3.745 rumah, Kecamatan Reok sebanyak 3.567 rumah, Kecamatan Cibal sebanyak 3.303 rumah, serta Kecamatan Rahong Utara yang mencatatkan 2.451 rumah rusak.
Tidak hanya tempat tinggal warga, berbagai fasilitas sosial dasar juga mengalami kelumpuhan hebat. Secara akumulatif, total bangunan terdampak di seluruh daerah mencapai 28.377 unit. Pada sektor pendidikan, sebanyak 398 sekolah mengalami kerusakan, mencakup 380 sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga serta 18 lembaga pendidikan keagamaan di bawah Kementerian Agama. Sebanyak 173 gedung sekolah hancur berkategori rusak berat, di mana dampak fisik sekolah paling banyak ditemukan di Kecamatan Langke Rembong, Wae Ri’i, Cibal, dan Satar Mese.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











