“Saat kami meninjau SDK Gapong, ada lima ruang kelas yang rusak total, bahkan dua di antaranya ambruk penuh. Kondisi yang mengkhawatirkan juga kami temukan di SDK Kedindi, SMP Tribhakti Reo, dan SMA St. Gregorius Reo, di mana beberapa bagian tembok bangunan jebol dan runtuh,” tegasnya.
Ia menambahkan, kerentanan tertinggi ditemukan pada bangunan yang berdiri tepat di sekitar area tebing dan lereng, di mana guncangan gempa memicu pergeseran tanah serta retakan pada fondasi.
Instruksi Penghentian Penggunaan Bangunan
Menanggapi risiko susulan, Yapersukma Pusat mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh pengelola sekolah untuk mengutamakan keselamatan para siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
“Kami minta seluruh kepala sekolah untuk tidak terburu-buru mengoperasikan atau menggunakan ruang kelas yang secara kasatmata mengalami kerusakan. Keselamatan warga sekolah adalah prioritas utama dan tidak bisa ditawar,” imbau Romo Patrick.
Langkah Penanganan dan Koordinasi Lanjutan
Hasil akhir penataan fisik dan verifikasi data lapangan ini nantinya akan dijadikan pijakan utama bagi yayasan untuk mengambil tindakan taktis, baik rencana pemulihan darurat maupun rekonstruksi jangka panjang.
Mengingat luasnya sebaran wilayah terdampak dan besarnya biaya perbaikan, Yapersukma Pusat membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Yayasan siap berkoordinasi aktif dengan pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, serta para donatur agar proses belajar-mengajar anak-anak di Manggarai dapat segera kembali pulih di fasilitas yang aman dan layak.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











