Wartawan di Matim Hendak Dibunuh, Pelaku Tidak Ditahan

Wartawan
Nardy Jaya (Baju Hiitam) Saat Menyampaikan Laporan di Polsek Wae Lengga

Borong, infopertama.com – Nardy Jaya, Wartawan media daring Bidik News asal Rana Meti, Kelurahan Rongga Koe, Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur, hampir saja kehilangan nyawanya pada Jumat (14/05/21) kemarin.

Kepada inforpertama.com Nardy menjelaskan, pelaku yang hendak membunuhnya adalah Romanus Dadu (54). Seorang pria yang masih satu kampung dengannya. Nardy tak tahu alasan Romanus hendak melakukan tindakan kriminal tersebut.

“Kemarin saat saya sedang berada di Borong, pelaku yang dalam keadaan mabuk dan memaki-maki istri saya di rumah. Ia bahkan mengancam akan memperkosa istri saya. Akhirnya saya ditelepon istri saya untuk secepatnya pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, istri saya menceritakan apa yang terjadi,” jelas Nardy.

Setelah mendengar cerita sang Istri, Nardy membiarkan hal itu berlalu. Baginya yang penting situasi aman dan tidak mengganggu istrinya lagi. Malamnya, sekitar pukul 20.30 wita Nardy pergi ke pertigaan jalan di pertengahan kampung hendak mencari signal dan menulis berita.

“Saat itu, tiba-tiba adik saya Pankarius Jaya berteriak bahwa ada seseorang dengan parang di tangan. Saya langsung berdiri dan menoleh ke arah belakang. Dia yang dalam keadaan panik mencoba untuk menghentikan niat pelaku,” ungkap Nardy.

Seketika itu, adiknya terkena sabetan parang karena menghalangi pelaku. Nardy selamat, namun Pankarius mengalami luka serius di bagian tangan dan leher.

“Saya yang dalam keadaan panik berteriak minta tolong. Akhirnya datang orang-orang melerai dan mengambil parang dari tangan pelaku,” tambahnya.

Pelaku Tidak Ditahan

Kepada Wartawan, Nardy menjelaskan, usai kejadian tersebut, Ia dan Pankarius lansung mendatangi Polisi sektoral (Polsek) Waelengga. Namun polisi yang sedang bertugas, mengarahkan mereka untuk ke puskesmas agar Pankarius mendapatkan perawatan medis kemudian melakukan visum untuk kepentingan penyelidikan.

“Tadi pagi sekitar pukul 08:30 wita, adik saya akhirnya melakukan visum di Puskesmas Borong. Turut hadir, anggota kepolisian dari Polsek Wae Lengga dan mendampingi korban saat visum,” tambahnya.

Menurut Nardy, sesaat setelah visum Pankrius pihak kepolisian langsung meringkus dan meminta keterangan Pelaku. Namun, anehnya belum menahan pelaku.

Nardy pun telah menanyakan hal itu kepada pihak Polsek Wae Lengga. Ia menceritakan bahwa pihak Polsek Wae Lengga berdalih tidak bisa menahan pelaku karena berkas belum rampung dan belum mendapatkan keterangan saksi.

Atas hal itu Nardy mengaku, pihak keluarganya merasa tidak puas dan menganggap pihak kepolisian tidak serius menangani kasus ini.

“Inikan kriminal murni. Mengapa pelaku tidak ditahan. Saya takut ada reaksi susulan dari keluarga besar. Pihak kepolisian harusnya memahami hal tersebut,” tutupnya. (Red-AN)

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV