Lidwina menyampaikan 2 point pentinng dari kegiatan itu.
pertama, menjadi sarana bagi mahasiswa untuk fokus kembali pada materi-materi yang sudah di pelajari, dan mengimplementasikan terhadap pasien secara langsung.
Kedua, Panum dan PKK menjadi catatan bagi para dosen, dan kacamata penilaian kesiapan mahasiswa. Sehingga dalam kegiatan panum ini seluruh mahasisiwa dapat menyamakan kesiapannya menjadi lebih matang, dan mampu saat menagani pasien.
Pantauan infopertama.com, kegiatan itu berlangsung selama 3 hari yakni sejak Selasa-Kamis, 1-3 Juli 2025.
Selama 3 hari pelaksanaan kegiatan Panum itu, ke 269 mahasiswa Keperawatan diuji oleh 14 Dosen penguji sekaligus penilai kelayakan mereka.
“Hasil ujian dan penilain ini nantinya akan menentukan mereka layak praktik atau tidak. Jika layak maka mereka akan menjalankan praktik pada 5 Rumah Sakit se-Manggarai Raya” tutur Lidwina.
Menurutnya penjelasannya, ke 5 rumah sakit itu merupakan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (FasKes) yang sudah bekerjasama dengan Unika St. Paulus Ruteng.
Ada pun ke 5 Rumah sakit itu adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, RSUD Borong, Rumah Sakit Umum Pratama (RSUP) Reo, RS. St. Damian Cancar dan RSUD Komodo.
Rencanya, mahasiswa yang layak untuk menjalankan praktik klinik akan menjalankan praktiknya selama 1 bulan terhitung sejak Senin, 07 Juli 2025 sampai pada Sabtu, 02 Agustus 2025.
Ujian Skill Lab: Ajang Pembuktian
Sementara salah peserta, Stevania menjelaskan tentang persiapannya untuk Panum PKK-4 keperawatan gawat darurat, dan manajemen kepemimpinan dalam keperawatan, serta pengalamannya dalam Panum hari pertama.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel









