Kemudian, lanjut dia, tim melakukan pemetaan kapasitas produksi, tim juga mendokumentasikan berbagai motif khas Manggarai Raya, yang juga merupakan motif tenun Manggarai Barat, teknik pewarnaan alami, rantai pasok bahan baku, serta tantangan pemasaran.
Program ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan daerah, salah satunya Ketua DPRD Manggarai Barat Benediktus Nurdin yang menyatakan bahwa para penenun adalah aset budaya dan ekonomi Manggarai Barat.
“Inovasi dan penguatan sumber daya manusia perajin menjadi kunci agar tenun kita mampu bersaing di pasar global. Kami mendukung eksplorasi peluang lebih luas, sehingga generasi muda kembali tertarik menenun. Keberlanjutan warisan tenun perlu dijaga, agar warisan budaya ini terus hidup, terus dilestarikan dan dikembangkan sehingga dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ucap Benediktus Nurdin.


Senada dengan Nurdin, Bupati Manggarai Barat Edisastius Endi menyatakan pihaknya mendukung upaya yang memperluas peluang bagi perajin untuk berkembang.
“Manggarai Barat tidak hanya memiliki destinasi wisata unggulan, tetapi juga pintu bagi ekonomi kreatif lokal untuk bangkit. Kami mengapresiasi langkah UI yang hadir langsung mendampingi masyarakat dengan pendekatan yang berbasis data dan keberlanjutan.” tutur Edisastius Endi.
Diketahui, program ini memberikan kontribusi konkret terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 1 (Pengentasan Kemiskinan), SDG 5 (Pemberdayaan Perempuan), SDG 8 (Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan), dan SDG 17 (Kemitraan Global), serta membuka jalan bagi keberlanjutan ekonomi berbasis budaya lokal dalam ekosistem perdagangan global.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel


