Teo Hanpalam Kecam Pernyataan Bupati Manggarai Terkait Pemberhentian Nakes

Ruteng, infopertama.com – Pernyataan Bupati Hery Nabit untuk memberhentikan Nakes yang melakukan aksi damai mendapat kecaman berbagai pihak. Salah satunya datang dari Teo Hanpalam. Ia menegaskan bahwa aksi damai dari 300 nakes merupakan wujud aspirasi.

“Saya pikir, saya dan banyak rakyat Manggarai mengecam ancaman Bupati Manggarai Hery Nabit. Teman-teman nakes punya hak memperjuangkan nasib mereka dan keluarga mereka. Harusnya diterima dengan baik sebagai bahan pertimbangan kebijakan Bupati.” Ujar Hanpalam, bakal Calon Bupati Manggarai periode 2024-2029 dalam keterangan tertulisnya, Selasa, (19/03/24).

Ia melanjutkan, mereka mengabdi sudah bertahun-tahun dan tentu wajar kalau mereka meminta diperhatikan.  Hal itu karena tugas mereka juga berat untuk menolong masyarakat yang butuh pelayanan kesehatan.

Menurut Teo Hanpalam, Aspirasi mereka juga dijamin UUD 1945 pasal 28E ayat 3, bahwa, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.” Terangnya

Mereka tidak melakukan makar, hanya sebatas menyampaikan aspirasi mereka. Ancaman Pak Bupati tentu sangat berbahaya bagi keberlanjutan nasib seluruh rakyat Manggarai. Termasuk nakes, guru dan abdi negara lainnya yang tidak banyak diperhatikan pemkab Manggarai.

Selain nakes, kata Teo, tenaga pendidik juga masih banyak yang tidak mendapatkan perhatian dari pemkab Manggarai.

“Jadi ancaman Pak Bupati ini sebagai pemimpin sangat berbahaya. Seharusnya Pak Bupati mencari solusi, karena itu tugas dan tanggungjawabnya.”

Diberitakan sebelumnya, bupati Manggarai, Hery Nabit memberhentikan 300 nakes yang minta lakukan pengangkatan massal.

Menurut bupati Hery Nabit, para nakes tersebut tidak memiliki trust terhadap pemkab Manggarai.

“Pemerintah Kabupaten Manggarai mengurus semua, sekali lagi mengurus semua. Hanya, kita tidak punya waktu tuk menyampaikan satu persatu ini yang sudah kita lakukan, ini yang sedang kita lakukan.”

Tapi untuk semua yang di Manggarai, lanjut Bupati Hery kita semua kerjakan, termasuk Nakes.

“Yang demo itu berhentikan semua. Saya ini tidak takut kalau diancam. Dan, tidak usah ancam saya karena ini mau pilkada, kau tidak usah pilih saya, tidak masalah. Tidak usah pake ancam.” Tegas Bupati Manggarai itu.

Jadi, semua yang demo saya tidak akan tanda tangani surat perpanjangan. Surat perpanjangan harus diketahui bupati Manggarai, lepas dulu itu tiga ratus (nakes pendemo –pen).”

Menurut bupati Nabit, bahwa seyogianya siapapun harus kerja dengan baik, percaya bahwa atasanmu pasti perhatikan. Tapi dengan caranya, dengan aturan-aturan. Bukan dengan apa yang kau mau.

“Ketika kamu sudah tidak percaya bahwa pak bupati sudah mengurus kami dengan baik, berarti di situ soal trust. Kepercayaan. Berarti kamu tidak percaya saya. Kalau begitu, waktunya juga saya tidak percaya kamu.” Ungkap politisi PDI Perjuangan itu.

Apalagi, kata dia, mereka ini bukan tenaga honor. Mereka tenaga penunjang. Itu orang-orang yang kita butuhkan tapi dititipkan di kegiatan-kegiatan.

Karena itu, dalam pidatonya meminta sekda Manggarai tuk segera melakukan refocusing ulang. “Besok saya akan bersurat secara resmi ke pak Sekda, lakukan refocusing ulang.”

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV