infopertama.com – Sepintas Laki laki umur kepala lima itu kelihatan gagah. Pangkat di pundak. Jabatan tinggi. Anak buah banyak. Kalau di kantor suaranya berat, sekali batuk satu ruangan diam.
Tapi begitu sampai rumah… Istri bilang pelan saja, “Pa, kita bicara sebentar.”
Langsung jantung deg-degan kayak mau sidang kasus besar.
Nah ini takut atau hormat?
Mari kita luruskan dulu. Bapak-bapak itu bukan takut. Kita ini… lebih tepatnya menghargai stabilitas nasional dalam rumah tangga.
Pengalaman mengajarkan:
Jika emak-emak sudah kibarkan bendera perang, ombak badai, gelombang pasang, topan puting beliung pun kalah dramatis. (ngeri kan)
Kalimat pembuka biasanya santai:
“Aku nggak marah kok…”
Tapi itu justru alarm level merah.
Padahal di luar rumah, kita ini singa. Berani nequr siapapun. Di lapangan. berani ambil keputusan besar. Di rapat, presentasi tanpa hafal materi nyerocos tanpa jeda
Tapi di rumah?
Pap tadi lupa apa?” Langsung memori hilang semua. Sampai nama sendiri aja lupa.
Ini bukan takut. Ini survival instinct. (insting bertahan hidup)
Secara psikologis, laki-laki itu memang dibesarkan dengan konsep “harus kuat”. Harus jadi pemimpin. Harus jadi penyelesain masalah. Tapi setelah menikah puluhan tahun, kita sadar satu hal: “tidak semua masalah harus diselesaikan dengan debat”.
Kadang lebih aman jawab, “Iya, Ma. Salah aku.”
Bukan karena kalah. Tapi karena males ribut tiga babak plus tambahan waktu.
Laki-laki usia 50-an itu energinya sudah bukan buat adu argumen. Kita lebih pilih damai daripada menang.
Karena menang debat belum tentu menang hidup. Tapi jujur ya… kadang “ngampet” itu jadi siksaan batin juga.
Pengen bicara, tapi lihat situasi, langsung mikir: “Ah sudahlah, umur sudah segini. Daripada tensi naik.”
Akhirnya pelarian paling aman? Ngopi di luar.
Di sana kita semua gagah lagi. Cerita seolah-olah di rumah tegas. Padahal baru tadi disuruh beli cabai dengan wajah melas.
Ini kritik buat para emak-emak.
Kadang terlalu sering evaluasi. Kalimatnya bukan saran, tapi seperti audit yang super “njlimet”
“Kenapa sih selalu begini?”
“Dari dulu nggak berubah.”
Padahal laki-laki itu butuh diakui.
Kalau di rumah diremehkan, di luar kadang muncul mode “garangan”.
Sok santun ke wanita lain. Sok perhatian.
Padahal sebenarnya cuma cari validasi yang hilang. Ini pembenaran realita psikologis. Laki-laki yang merasa dihormati di rumah, jarang cari panggung di luar.
Ini yang lebih sensitif.
Bagaimana jika penghasilan istri lebih besar dari suami.
Nah… ini tekanannya beda level. Di luar mungkin bisa bilang, “Rezeki itu nggak usah dibanding-bandingkan.”
Tapi di dalam hati? Ego bisa goyang. Karena dari kecil kita diajarin,” Laki-laki itu tulang punggung.”
Begitu nominal istri lebih besar, yang goyang bukan cuma rekening, tapi identitas.
Ya kalau istri bijak, tetap menghormati, tetap lembut, tetap menganggap suami pemimpin. Aman.
Tapi kalau setiap ngobrol dibumbui, “Kan aku yang lebih banyak bayar…”
Selesai.” kelar hidup loe”
Itu bisa jadi alasan kenapa bapak-bapak lebih sering “lembur”. Bukan mau selingkuh. Cuma mau merasa jadi orang lagi.
Jadi sebenarnya ini takut atau hormat?
Lebih ke hormat.
Lebih ke sadar diri.
Lebih menjaga damai.
Tapi tolong juga, jangan tiap hari bendera perang dikibarkan.
Kita itu sederhana. Dikasih kopi, senyum sedikit, dihargai sedikit… selesai. Tidak perlu pidato panjang.
Semakin sering merasa kalah di rumah, semakin besar godaan untuk cari panggung di luar.
Jadi, tidak melawan istri itu sebenarnya Bukan takut. Bukan lemah. Cuma sudah capek ribut.
Umur 50 itu bukan lagi soal gengsi. Tapi soal ketenangan.
Kalau bisa damai, kenapa harus debat?
Kalau bisa peluk, kenapa harus perang?
Dan kalau bisa jawab, “Iya, Ma,” kenapa harus panjang lebar sampai jam dua pagi?
Jadi kalau lihat bapak-bapak “klakep” waktu istrinya ngomong… jangan salah sangka.
Itu bukan kalah. Itu strategi bertahan hidup.
Percayalah, segarang-garangnya bapak di luar… di rumah tetap warga biasa. Tapi ya… tetap ya Ma, sekali-sekali kasih juga kami ruang jadi pahlawan, bukan cuma terdakwa.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp ChanelÂ
Â




