Tag: Wartawan Bodrek

  • Wartawan Gadungan Pemeras Jaksa Ditangkap Tim Intel Kejati Jakarta

    Wartawan Gadungan Pemeras Jaksa Ditangkap Tim Intel Kejati Jakarta

    infopertama.com – Seorang pria berinisial LSN ditangkap oleh Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta (Kejati DKJ) pada Rabu (28/5/2025). Ia diduga merupakan wartawan gadungan yang melakukan pemerasan terhadap seorang pejabat struktural di lingkungan Kejati Jakarta, berinisial AR.

    “Tim intel Kejati DKJ telah mengamankan seorang dengan inisial LSN yang diduga telah melakukan pemerasan kepada pejabat struktural Kejati DKJ insial AR,” ujar Kepala Penerangan Hukum, Syahron Hasibuan, dalam keterangannya dikutip Sabtu (31/5/2025).

    Syahron menjelaskan bahwa pemerasan yang dilakukan oleh LSN dilakukan dengan mengikuti proses persidangan dalam sebuah perkara. Dia kemudian melancarkan tuduhan dan intimidasi terhadap jaksa TH melalui berbagai kanal, termasuk pesan WhatsApp, pemberitaan di media massa, dan aksi unjuk rasa.

    Intimidasi itu menyebut bahwa jaksa TH bersekongkol dengan pejabat Bea Cukai untuk tidak menetapkan tersangka terhadap seseorang berinisial AJ.

    Syahron mengatakan bahwa dalam kurun waktu tertentu, LSN disebut telah tujuh kali menulis atau menyebarkan berita terkait kasus tersebut, serta dua kali menggerakkan aksi demonstrasi.

    Puncaknya, pada 27 Mei 2025, LSN menghubungi Jaksa AR melalui WhatsApp untuk mengatur pertemuan, dengan alasan ingin melakukan konfirmasi sekaligus meminta imbalan agar pemberitaan dan aksi berhenti.

    Saat pertemuan berlangsung, LSN disebut secara langsung meminta uang sebesar Rp5 juta kepada AR. Ia berjanji akan menghentikan pemberitaan negatif mengenai penanganan kasus Bea Cukai oleh jaksa TH apabila permintaan tersebut dipenuhi.

    Laman: 1 2

  • Rhenald Kasali: Indonesia Dilanda Wartawan Bodrek dan Partai Bodrek. NasDem?

    Ruteng, infopertama.comRhenald Kasali mengungkapkan fenomena wartawan bodrek di Indonesia ternyata hidup atau mulai ada sejak tahun 70 hingga tahun 90 an. Bahkan, ia meyakini keberadaan wartawan Bodrek hingga kini pun masih ada dan semakin bertambah banyak jumlahnya.

    Menurutnya, pada periode awal wartawan bodrek ini memiliki cara kerja klasik. Perusahaan Pers yang hanya bermodal beri kartu pers ke wartawan ini menjadikan wartawannya sebagai alat mencari uang.

    “Dulu, banyak sekali orang yang bikin perusahaan pers tapi tidak punya uang. Terus kemudian wartawannya hanya dikasi kartu pers untuk wawancara orang.”

    Demikian, lanjut Kasali, wartawan bodrek ini sengaja membuat tulisan yang salah agar narasumber atau orang yang diwawancarai ini marah.

    “Ya setelah itu minta diperbaiki, ya kasih uang. Setelah itu kasih uang lagi, dibuat lagi tulisan, salah lagi. Ya begitu seterusnya. Akhirnya bodrek.”

    Rhenald Kasali mengaku memiliki pengalaman berhadapan dengan para wartawan bodrek era 70 hingga 90 an.

    “Di mana-mana, kalau saya seminar dulu selalu diikutin, wawancara. Saya pikir serius nanyanya bagus. Setelah mau pulang, dia (Watawan Bodrek -pen) bilang Bang, aku gak pinya ongkos nih mau buat pulang. Mereka minta uang.” Cerita Rhenald Kasali dalam akun YouTubenya dikutip Sabtu, 27 Mei 2023.

    Ia melanjutnya, seusai seminar dan ngurusin administrasi sebagai narasumber uangnya habis ongkos pulang wartawan bodrek.

    “Dan, begitu saya tanda tangan dapat honorarium uang itu habis dibagi-bagi buat mereka. Seperti itulah wartawan bodrek.” Tutupnya.

    Laman: 1 2 3