Tag: Pengembangan EBT di Indonesia

  • Kolaborasi KR-BNN: PLN UIP Nusra Komitmen Wujudkan Integrasi Energi Hijau di Bali, NTB, dan NTT

    Kolaborasi KR-BNN: PLN UIP Nusra Komitmen Wujudkan Integrasi Energi Hijau di Bali, NTB, dan NTT

    Mataram, infopertama.com – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menegaskan komitmennya dalam mendorong kemandirian energi berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) pada kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama regional Bali, NTB, dan NTT (BNN) yang berlangsung di Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Selasa, 25 November 2025.

    Komitmen pengembangan energi bersih ini selaras dengan visi memperkuat sektor-sektor unggulan di ketiga provinsi, mulai dari pertanian, perikanan hingga pariwisata, agar mampu secara optimal menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat dan daerah.

    General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 menargetkan porsi pembangkit EBT mendekati 70%.

    “Di Bali, kami akan membangun 892 MW pembangkit EBT. Di NTB, 494 MW, dan di NTT 562 MW. Potensi besar ini akan optimal jika kita membangun jembatan konektivitas yang mampu menghubungkan seluruh sumber energi yang tersebar,” ujar Rizki.

    Rizki menekankan bahwa konektivitas energi antara ketiga provinsi menjadi fondasi penting bagi kolaborasi lintas daerah, termasuk dalam menopang sektor-sektor prioritas.

    “Kami siap mendukung pengembangan studi kelayakan apabila diperlukan, karena potensinya besar. PLN juga mendukung penguatan sektor pariwisata melalui pengembangan green lifestyle,” tambahnya.

    Komitmen PLN ini sesuai dengan MoU regional yang ditandatangani tiga gubernur dari ketiga provinsi dalam KR-BNN yang menetapkan tiga fokus utama dalam klaster integration: pariwisata, energi, dan konektivitas, serta tiga fokus utama dalam klaster cooperation: ekonomi, logistik, dan kelembagaan & inovasi.

    Laman: 1 2

  • PLN Bangun PLTM Wabudori di Supiori, Papua, Dorong Pemerataan Energi hingga Pelosok Negeri

    PLN Bangun PLTM Wabudori di Supiori, Papua, Dorong Pemerataan Energi hingga Pelosok Negeri

    infopertama.com – PT PLN (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan akses listrik yang merata hingga ke pelosok negeri, termasuk wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

    Hal ini diwujudkan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Wabudori di Kabupaten Supiori, Papua.

    Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang pada Jumat (25/7/2025) turun langsung meninjau lokasi pembangunan PLTM.

    Proyek ini juga sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada energi nasional.

    “Minta tolong izin-izinnya dapat dipercepat, saat konstruksi masyarakat juga harus mendukung.

    “Ini saya sudah membuat kebijakan. Tolong bantu PLN juga pada saat konstruksi,” ujar Menteri Bahlil.

    Bahlil menekankan bahwa pembangunan PLTM Wabudori merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan PLN, baik dari sisi pendanaan maupun tenaga kerja, guna mendorong kemajuan sektor pendidikan dan ekonomi di wilayah Supiori.

    Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa proyek PLTM Wabudori berkapasitas 1,2 Megawatt (MW) merupakan bagian dari inisiatif PLN dalam menciptakan swasembada energi berbasis energi baru terbarukan (EBT) yang berkelanjutan di Papua.

    “Pembangunan pembangkit EBT ini merupakan pengejawantahan sila kelima Pancasila dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

    “Selain itu kehadiran PLTM ini akan memperkuat sistem Biak 20 kV, juga untuk memenuhi pertumbuhan demand di Biak yang kapasitasnya setara dengan melistriki 1.666 rumah,” jelas Darmawan.

    Laman: 1 2

  • Akhir Era PLTD: Transformasi Energi Bersih Indonesia Timur Dimulai

    Akhir Era PLTD: Transformasi Energi Bersih Indonesia Timur Dimulai

    Oleh Feiral Rizky Batubara★

    infopertama.com – Selama bertahun-tahun, masyarakat di wilayah timur Indonesia, dari Maluku hingga Papua, hidup dalam ketergantungan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Padahal, wilayah ini menyimpan potensi energi bersih, energi terbarukan yang sangat besar. Ironi ini menjadi potret nyata ketimpangan energi: saat kota-kota besar di Jawa menikmati pasokan listrik 24 jam nonstop, banyak desa di Indonesia Timur masih mengalami listrik padam beberapa jam setiap hari.

    Ketergantungan pada PLTD tidak hanya membuat listrik menjadi mahal dan tidak andal, tetapi juga menyumbang emisi karbon dalam jumlah besar. Biaya pokok penyediaan listrik di wilayah non-interkoneksi bisa mencapai Rp2.500 hingga Rp3.000 per kWh-tiga kali lipat dibandingkan di Jawa. Beban subsidi pun meningkat, menyulitkan negara untuk mengalihkan dana ke investasi energi masa depan yang lebih bersih dan efisien.

    Namun sebuah babak baru telah dimulai. Melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, PLN memulai transisi besar-besaran: mengakhiri era PLTD secara bertahap dan menggantinya dengan pembangkit berbasis energi baru terbarukan dan gas alam. Langkah ini tidak hanya soal efisiensi operasional, melainkan upaya menghadirkan keadilan energi di wilayah yang selama ini tertinggal dari sisi infrastruktur kelistrikan.

    Salah satu strategi utama yang diadopsi adalah konsep distribusi LNG model milk run, yaitu pendekatan logistik di mana satu kapal LNG kecil mendistribusikan gas ke beberapa lokasi sekaligus dalam satu perjalanan terjadwal. Cara ini berbeda dari model distribusi satu kapal satu tujuan yang mahal dan tidak efisien.

    Dengan kapal berkapasitas antara 4.000 hingga 7.500 meter kubik, LNG diangkut dari terminal utama dan disalurkan ke berbagai pulau. Di setiap titik, LNG disimpan dalam tangki ISO dan diregasifikasi menggunakan sistem modular yang sederhana namun efektif.

    Model ini menjawab tantangan geografis Indonesia dengan efisien. Tanpa perlu infrastruktur besar dan mahal, pulau-pulau kecil yang dulu bergantung pada solar kini dapat menerima pasokan gas secara berkelanjutan.

    Hasilnya bukan hanya pasokan yang lebih stabil, tetapi juga pengurangan emisi karbon hingga 30 persen dan efisiensi biaya energi mencapai 40 persen. Dalam RUPTL, strategi ini bahkan diperkirakan dapat mengurangi kebutuhan LNG nasional sebesar 698 BBTUD-setara 87 kargo LNG skala besar dalam setahun.

    Transformasi ini membawa dampak langsung ke masyarakat. Sekolah malam tidak lagi bergelap-gelapan, puskesmas desa bisa menyimpan vaksin tanpa takut rusak, dan usaha kecil seperti penggilingan padi atau warung makan bisa beroperasi lebih lama. Bagi daerah yang selama ini hanya menikmati listrik beberapa jam sehari, ini adalah perubahan yang nyata dan bermakna.

    Laman: 1 2

  • Manfaatkan EBT, RI Butuh Rp3.800 Triliun Tuk Bangun Jaringan 63 Ribu KM

    Jakarta, infopertama.com – Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkap Indonesia membutuhkan dana hingga US$235 miliar atau setara Rp3.843,6 triliun (kurs Rp16.356) untuk menghubungkan energi baru terbarukan (EBT).

    Darmawan mengatakan, Indonesia memang memiliki sumber daya energi terbarukan yang besar.

    Namun, kata dia, sumber energi baru terbarukan atau EBT itu berada di luar Jawa. Oleh karena itu, dibutuhkan jaringan transmisi guna menyambungkan sumber energi itu ke pusat-pusat permintaan listrik.

    “Kita perlu membangun jaringan transmisi yang memungkinkan jaringan yang panjang, smart grid, smart control system, smart meter, semuanya. Jadi, biaya dari hari ini hingga 2040 kira-kira US$235 miliar,” kata dia dalam panel diskusi di Mandiri Investment Forum (MIF) Indonesia 2025 di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2025).

    Dia mengatakan, pihaknya telah mencoba untuk menyambungkan energi terbarukan ke Pulau Jawa tapi sampai sekarang belum juga berhasil. Dia juga mencontohkan bagaimana geothermal yang ada di Sumatera tersambung ke Pulau Jawa.

    “Saya telah mencoba merelokasi geothermal di Sumatera hingga ke Jawa Tengah dan Jawa Timur yang merupakan lokasi episentrum permintaan. Ini belum berhasil. Ada ketidaksesuaian lokasi sumber daya energi terbarukan dan juga episentrum industri dan episentrum permintaan,” jelasnya.

    PLN dengan pemerintah telah mencoba menganalisis bagaimana menyambungkan energi terbarukan itu ke pusat kebutuhan listrik terbesar. Analisis itu dilakukan bersama Badan Energi Internasional dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Hasil diskusi itu ternyata Indonesia memerlukan jaringan transmisi sepanjang lebih dari 68.000 kilometer.

    Laman: 1 2

  • PLN Grup Bawa Komitmen Investasi Kelistrikan dan Beyond kWh dari Indonesia-China Business Forum

    Beijing, infopertama.comPT PLN (Persero) Grup mengantongi peluang kerja sama dengan tujuh perusahaan asal China. Kerja sama ekspansi bisnis kelistrikan dan akselerasi pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) ini disepakati pada Indonesia-China Business Forum di Beijing, Rabu (18/10).

    Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan pihaknya telah banyak melakukan transformasi bisnis. Salah satunya dengan membentuk subholding, di mana peluang ekspansi bisnis dan optimalisasi aset menjadi lebih besar. 

    Tak hanya menjadi perusahaan penyedia listrik, lewat transformasi ini PLN memasang target menjadi perusahaan listrik terintegrasi kelas dunia.

    “Dengan terbentuknya subholding, maka akan semakin lincah dan trengginas mengembangkan bisnisnya. Lewat adaptasi teknologi, PLN tak hanya mengoptimalkan proses bisnis tetapi juga membuat tantangan menjadi peluang,” tegas Darmawan.

    Transformasi ini juga sejalan dengan akselerasi pencapaian target Net Zero Emission (NZE). Untuk itu, kerja sama dengan berbagai perusahaan di China merupakan dayung strategi yang komprehensif.

    “Untuk itulah PLN melakukan perjalanan bisnis ke China yang menjadi perjalanan paling berarti dalam sejarah PLN. Kami yakin akan terjadi perubahan signifikan di Indonesia dengan teknologi dan kapasitas sumber daya manusia lewat kolaborasi pengembangan sektor kelistrikan dengan China,” kata Darmawan.

    Kerja sama PLN dengan tujuh perusahaan di China ini merupakan langkah signifikan mendukung upaya Indonesia mengadopsi teknologi EBT, mengurangi emisi karbon, dan memperluas kapasitas energi ramah lingkungan. Hal ini juga dapat membantu meningkatkan akses energi ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

    Laman: 1 2

  • Wujudkan Misi Investasi, Presiden Jokowi Saksikan Kesepakatan Kerja Sama PLN dengan 9 Perusahaan di ICBF China 2023

    Beijing, infopertama.com – Di sela kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bertemu Presiden China, Xi Jinping, 15 – 18 Oktober 2023, Presiden RI menyaksikan kesepakatan PT PLN (Persero) dengan dua perusahaan besar energi bersih asal China dalam kerja sama pengembangan EBT di Indonesia pada Indonesia-China Business Forum (ICBF) di Beijing, China.

    Selain dua MoU yang disaksikan Presiden Jokowi, PLN juga meneken tujuh MoU lainnya yang diteken PLN. Di antaranya dengan The Export-Import Bank of China, Sinosure, Bank of China, Industrial and Commercial Bank of China, State Development & Investment Corp. Ltd, Huawei Tech Investment, dan China Energy International Group dengan total nilai valuasi kerja sama (termasuk pendanaan) sebesar lebih dari 54 miliar USD.

    Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan kunjungannya ke Beijing untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dengan China. Tiga isu prioritas yang diusung dalam pertemuan ini terkait ekspor, investasi dan ketahanan pangan.

    “Sejumlah isu prioritas yang akan kita bahas dengan China antara lain peningkatan ekspor Indonesia, peningkatan investasi, dan pembangunan ketahanan pangan,” ungkap Presiden.

    PLN mengambil peran penting dalam peningkatan investasi antara China dan Indonesia dalam sektor energi. Hal ini untuk mendukung komitmen pemerintah dalam mengakselerasi transisi energi di Indonesia. PLN menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan State Grid Corporation of China (SGCC) dan Trina Solar China dalam pengembangan smart grid sebagai backbone kelistrikan energi bersih di Indonesia.

    Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, yang juga mendampingi Presiden Jokowi di forum ICBF China 2023 di Beijing, mengatakan PLN merasa terhormat dengan kolaborasi bersama perusahaan-perusahaan energi kelas dunia yang ada di China. Dengan adanya forum ini, dirinya melihat partnership antarpihak akan semakin kuat.

    Darmawan mengatakan, kerja sama dengan SGCC merupakan wujud kolaborasi bersama untuk dapat bergerak maju dalam transisi energi.

    “PLN berharap melalui kerja sama ini, SGCC dan PLN dapat saling memperkuat satu sama lain. Bersama-sama, kita akan membangun jalur transmisi supergrid ramah lingkungan, smart grid, dan memperluas kemitraan ke depan,” ujar Darmawan.

    Laman: 1 2