Tag: Kabupaten Ngada

  • PDRB Manggarai Raya Tumbuh Positif, Ngada Naik Pelan

    PDRB Manggarai Raya Tumbuh Positif, Ngada Naik Pelan

    Ruteng, infopertama.com – Produk Domestik Bruto (PDRB) di Kawasan Kabupaten Manggarai Raya dan Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode Triwulan II 2025, mengalami pertumbuhan positif. Tertinggi Kabupaten Manggarai Barat sebesar 8,02%.

    Lalu kabupaten Manggarai sebesar 5,70%, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) 5,43%, dan kabupaten Ngada 4,53 %. Menariknya adalah, pertumbuhan PDRB di wilayah Kabupaten Manggarai Barat melampaui pertumbuhan PDRB Provinsi NTT sebesar 5,44%.

    Hal ini disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ruteng, Akhmad Zainuddin dalam press conference di aula Sinergi KPPN Ruteng, Manggarai, Selasa (28/10/2025). Hadir juga Kepala Seksi Bank KPPN Ruteng, Lalu Anton Saibani Putra.

    Akhmad menerangkan, pertumbuhan ekonomi yang sangat baik tersebut lebih banyak ditopang dari konsumsi rumah tangga dan Pemerintah. Sedangkan pembentukan modal tetap bruto masih mengalami kontraksi, yakni sebesar -0,05% untuk Kabupaten Manggarai Barat.

    Kemudian -2,33% untuk Kabupaten Manggarai, sebesar -2,28% pada Kabupaten Matim dan sebesar -1,69% pada Kabupaten Ngada. Disebabkan sampai dengan Triwulan II 2025 pekerjaan pembentukan modal seperti konstruksi dan proyek infrastruktur belum banyak terealisasi.

    “Bahwa tingginya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Manggarai Barat, disebabkan seluruh komponen indikator mengalami pertumbuhan tertinggi dibandingkan kabupaten sekitarnya,” terangnya

    Lanjut Akhmad, hal itu mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Manggarai Barat sudah tidak lagi terlalu bergantung pada sektor belanja pemerintah. Realita di lapangan menunjukkan aktivitas pembangunan oleh pihak swasta berjalan sangat masif, khususnya di Labuan Bajo.

    Laman: 1 2 3

  • Norak! Enam Kabupaten di NTT Masuk Daftar Pemda Berkinerja Rendah, Ada Manggarai

    Norak! Enam Kabupaten di NTT Masuk Daftar Pemda Berkinerja Rendah, Ada Manggarai
    Agus Fatoni, Kaban Litbang Kemendagri 

    Jakarta, infopertama.com  – Sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda) di Nusa Tenggara Timur masuk daftar kategori Pemda Berkinerja Rendah.

    Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis daftar daerah yang miskin inovasi. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (Litbang Kemendagri), Agus Fatoni menyampaikan, tidak dapat menilai inovasi dari 5 provinsi, 55 kabupaten dan 3 kota.

    Dari jumlah tersebut, enam pemda yang kurang inovatif atau kabupaten dengan kategori Tidak Dapat Dinilai (Disclaimer) di NTT. Keenamnya  yaitu Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada di pulau Flores. Sementara dua lainya yaitu Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Timor Tengah Utara.

    Agus Fatoni menyampaikan hasil penilaian ini pada acara Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri bagi Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota Tahun 2021, pada Rabu (16/6/2021).

    Demikian Fatoni, berbagai faktor memepengaruhi rendahnya skor indeks tersebut. Salah satunya karena Pemda kurang maksimal dalam melakukan pelaporan inovasi.

    Kerap kali, Pemda tidak mampu memenuhi persyaratan, kendati daerah tersebut sejatinya memiliki berbagai terobosan kebijakan.

    “Bisa jadi pemerintah daerah memiliki inovasi yang cukup banyak, tapi tidak dilaporkan atau bisa saja dilaporkan tapi tidak evidence based dan ditunjang data-data pendukung yang ada,” terang Fatoni.

    Ia menghimbau Pemda yang memperoleh hasil skor indeks rendah untuk segera berbenah. Meminta Para kepala daerah untuk melakukan langkah strategis dengan jajarannya, yakni dengan mensinergikan perangkat daerah untuk melahirkan inovasi.

    Perkuat Peran Litbang

    Sisi lain, harus memperkuat peran dan fungsi litbang daerah untuk mendukung terobosan kebijakan melalui pengkajian dan penelitian.

    “Kolaborasi dengan para aktor inovasi juga wajib dilakukan. Selain itu tiap perangkat daerah harus menumbuhkan budaya inovasi,” tutur Fatoni.

    Hasil penilaian Indeks Inovasi Daerah, lanjut Fatoni, dapat menjadi masukan bagi Kemendagri untuk melakukan pembinaan dan pengawasan.

    Berharap bahwa penilaian indeks dapat memotivasi daerah agar senantiasa meningkatkan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

    Kemendagri selalu melakukan evaluasi terhadap penilaian Indeks Inovasi Daerah guna menghasilkan sistem penilaian yang lebih terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

    “Tahun ini tahap penginputan data inovasi dalam indeks akan mulai pada Mei hingga 13 Agustus 2021. Mengharapkan semua pemda berpartisipasi,” tutup Agus Fatoni. (Red)