Tag: HUT TNI ke-77

  • Panitia Festival Food Loloskan Stand Judi, Kasdim Geram dan Polres Pura-Pura Cuek

    Ruteng, infopertama.com – Festival Food di Lapangan Motang Rua, kota Ruteng Kabupaten Manggarai kini masuk hari kelima, sejak wakil bupati Heri Ngabut secara resmi membukanya pada Sabtu, 8 Oktober 2022.

    Selama beberapa hari berjalan, festival food itu juga diisi beberapa stand yang aktivitasnya berkedok perjudian. Di antaranya lempar gelang dan bola gelinding. Dua permainan ini turut mewarnai festival food dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-77.

    Pantauan media ini di lokasi, tampak puluhan, bahkan ratusan warga silih berganti kerumuni lokasi judi yang terletak di sisi timur lapangan Motang Rua. Tampak juga sejumlah warga silih berganti membeli gelang seharga antara Rp1.000 hingga Rp5.000. Mereka berlomba melemparkan gelang tersebut agar bisa masuk ke dalam sebuah kotak hasil modifikasi.

    Sedangkan, untuk judi Bola Gelinding, cara mainnya menggunakan kartu khusus. Kartu Bola Gelinding dijual melalui pengelola dengan harga Rp2.000, per kartu.

    Apabila beruntung, warga mendapatkan beragam hadiah yang telah ada dalam kotak yang telah tersedia. Anehnya, meski sejumlah warga berupaya memasukan gelang tersebut ke dalam kotak modifikasi itu, namun sebagian besar gagal total. Bahkan warga harus merogoh kocek lebih dalam, karena terus berusaha memasukan gelang tersebut.

    “Ada yang melempar ke hadiah jam tangan dan ada yang melempar ke baju dan hadiah sandal. Jika gelang itu masuk, pembeli bisa membawa jam tangan atau barang lainnya,” kata seorang warga di lokasi.

    Laman: 1 2 3 4

  • Dua Polisi Penjilat Kue HUT TNI Dipecat dengan tidak hormat

    Manokwari, infopertama.com – Dua anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Papua Barat, resmi dipecat tidak dengan hormat dari institusi Polri. Keduanya terlibat dalam kasus vidio viral oknum Anggota Polisi menjilat Kue HUT TNI ke-77.

    Keputusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) tersebut berdasar pada hasil sidang etik yang gelar pada hari ini, Jumat (7/10/2022) di Polda Papua Barat.

    Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Adam Erwindi, mengatakan dua anggota polantas yang dipecat itu adalah pembuat konten yang viral menjilat kue pada peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-77 TNI, Rabu (5/10/2022). Keduanya dinilai mencederai institusi TNI.

    “Kedua terperiksa atas nama Bripda YFP dan Bripda DMB. Hari ini pada pukul 09.00 WIT telah digelar sidang kode etik yang dipimpin Kabid Propam. Dari hasil sidang telah diputuskan keduanya di-PTDH,” kata Adam mengutip Fajarpapua.

    Dalam putusan sidang kode etik, keduanya melakukan perbuatan tercela. Selain itu, ditempatkan di tempat khusus terhitung sejak 5-7 Oktober.

    “Kedua oknum tersebut mengajukan banding setelah mendengar putusan sidang kode etik,” ucap Adam.

    Sebelumnya, viral video oknum anggota polisi lalu lintas di Polda Papua Barat menjikat kue HUT TNI ke-77. Dan, salah satu anggota polantas mendoakan agar TNI tidak panjang umur.

    Aksi tidak terpuji oknum anggota polisi itu terjadi di wilayah Papua Barat. Pelaku merupakan anggota polisi dari satuan Lalu Lintas Polda Papua Barat.

    Ketika itu, oknum Polisi Lalu Lintas yang melakukan aksi tidak terpuji tersebut langsung mendapat hukuman fisik.

    Laman: 1 2

  • Dua Oknum Polantas Polda Papua Barat Doakan TNI Tidak Panjang Umur

    Ruteng, infopertama.com – Video oknum anggota polisi lalu lintas di Polda Papua Barat membawa kue ulang tahun viral di media sosial. Dalam vidio viral itu, terdengar suara salah satu anggota polantas mendoakan agar TNI tidak panjang umur.

    Video pendek tersebut tampak empat oknum anggota polisi berseragam dalam sebuah mobil Mereka juga membawa kue ulang tahun dalam rangka HUT TNI ke-77 tahun.

    Dalam mobil yang sedang melaju membawa kue tersebut, seorang anggota polisi merekam aksi rekannya dalam video pendek. Terlihat, salah satu rekannya menjilat cream berwarna hijau pada kue Ulang Tahun TNI ke-77.

    TNI tidak Panjang umur
    Momen Oknum anggota Polantas Polda Papua Barat menjilat Cream Kue HUT TNI ke-77 (Tangkapan Layar)

    Masih dari vidio viral itu, juga terdengar suara yang dugaannya perekam vidio mendoakan agar TNI tidak panjang umur.

    Anggota Polda Papua Barat

    Aksi tidak terpuji oknum anggota polisi itu terjadi di wilayah Papua Barat. Pelaku merupakan anggota polisi dari satuan Lalu Lintas Polda Papua Barat.

    Kekinian, oknum Polisi Lalu Lintas yang melakukan aksi tidak terpuji tersebut langsung mendapat hukuman fisik.

    Kedua oknum tersebut mendapat hukuman merayap dan menancapkan kepala di aspal.

    Permohonan Maaf Ditantas Polda Papua Barat

    Dirlantas Polda Papua Barat, Kombes Pol Raydian Kokrosono menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran institusi TNI dalam sebuah vidio berdurasi 2 menit 32 detik.

    TNI Tidak Panjang Umur
    Dirlantas Polda Papua Barat, Kombes Pol Raydian Kokrosono menyampaikan permohonan maaf kepada jaran intitusi TNI atas vidio viral yang dilakukan anak buahnya. (Tangkapan Layar)

    “Dirlantas Polda Papua Barat, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada jajaran institusi TNI atas kejadian konten Vidio Viral yang dilakukan oleh oknum anggota polantas Polda Papua Barat yang beredar di media sosial.” Ucap Kombes Pol Raydian Kokrosono yang didampingi dua anggota Polisi di depan sel tahanan Polda Papua Barat, Rabu (05/10/22).

    Laman: 1 2

  • Hut Ke-77, Kepuasan Masyarakat terhadap TNI Meningkat

    Ruteng, infopertama.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) per hari ini, Rabu 5 Oktober 2022 merayakan HUT ke-77. Di Manggarai, upacara peringatan HUT TNI ke-77 berlangsung di lapangan Motang Rua, Ruteng, Manggarai.

    Di hadapan prajurit TNI, panglima TNI Jendral Andika Perkasa dalam amanatnya menyebutkan TNI mendapat kepercayaan tertinggi dari masyarakat.

    Berdasarkan hasil dari beberapa lembaga survei, TNI mendapat kepercayaan tertinggi dari masyarakat. Di antaranya hasil survei lembaga Indikator Politik Indonesia (IPI) (24 /06/22), TNI mendapatkan kepercayaan tertinggi dari publik sebesar 93,2 persen.

    “Sedangkan hasil survei tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga hukum versi Lembaga Survei Indonesia (LSI) per 31/08/2022, TNI mendapat tingkat kepercayaan masyarakat paling tinggi sebesar 93 persen.” Sebut Andika Perkasa dalam salinan amanah yang infopertama.com peroleh di Ruteng, Rabu (05/10).

    Demikian juga, lanjut Andika bahwa hasil Lembaga Survei Centre for Strategic and Intenational Studies (CSIS) pada (27/09/22) merilis hasil survei dukungan dan kepuasan kinerja TNI terhadap Demokrasi sebesar 93,5 persen.

    Lebih lanjut, panglima TNI Jendral Andika Perkasa menghimbau kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI untuk selalu menjaga kepercayaan masyarakat tersebut. Ia berharap para prajurit dapat bertindak dan berucap sesuai dengan Tugas Pokok TNI.

    Ketahui, HUT TNI ke-77 tahun ini mengangkat tema TNI adalah Kita.

    Mengakhiri amanatnya, Jendral Andika Perkasa berharap Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan kekuatan, petunjuk dan lindunganNya kepada TNI dalam melanjutkan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara tercinta, Indonesia.*

  • Resmi Didirikan 3 Juni Namun Diperingati Tiap 5 Oktober, Begini Sejarah HUT TNI

    Ruteng, infopertama.com – Pada 5 Oktober 2022 ini peringatan Hari TNI (HUT TNI) yang kini memasuki yang ke-77, di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Manggarai merayakannya. Alasan peringatannya mengapa tanggal 5 Oktober sebagai Hari TNI tak lepas dari sejarah panjang lahirnya Tentara Nasional Indonesia.

    Mengutip dari laman resmi TNI, sejarah Tentara Nasional Indonesia lahir dalam kancah perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Belanda yang berambisi untuk menjajah Indonesia kembali melalui kekerasan senjata.

    Dalam perjalanannya, TNI merupakan perkembangan organisasi yang mengalami berbagai perubahan nama dengan nama awal Badan Keamanan Rakyat (BKR).

    Kemudian pada 5 Oktober 1945, BKR ubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Untuk memperbaiki sistem yang sesuai dengan dasar militer internasional, TKR ubah lagi menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

    Baru kemudian pada 3 Juni 1947 Presiden Soekarno secara resmi mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

    Di awal berdirinya, TNI harus menghadapi berbagai tantangan baik dari dalam maupun luar negeri.

    Beberapa tantangan dari dalam negeri yang harus TNI hadapi yakni pergolakan angkatan bersenjata di beberapa daerah. Dan, pemberontakan PKI di Madiun serta Darul Islam (DI) di Jawa Barat yang dapat mengancam integritas nasional.

    Sadar akan keterbatasan TNI, bangsa Indonesia lantas melaksanakan Perang Rakyat Semesta yang mana kekuatan TNI serta sumber daya nasional kerahkan untuk menghadapi agresi tersebut.

    Laman: 1 2 3