Ia menekankan kecukupan gizi memiliki peran penting dalam mendukung daya konsentrasi siswa.
“Dengan asupan gizi yang tepat, anak-anak dapat menyerap pelajaran secara optimal. Jangan lupa cuci tangan sebelum makan agar makanan tetap higienis,” tambahnya.
Ia mengungkapkan pelaksanaan program MBG bukan hal yang sederhana. Dimulai dari pendataan siswa penerima manfaat, proses verifikasi, hingga pemilihan vendor makanan. Semuanya, dilakukan secara teliti dan terukur agar program ini berjalan tepat sasaran.
Ia menjelaskan bahwa pemilihan penyedia makanan dilakukan dengan standar yang ketat, mencakup aspek kebersihan dapur, kualitas bahan pangan, hingga kemampuan penyedia dalam memenuhi kebutuhan konsumsi siswa setiap hari.
Menurutnya, program ini mencerminkan komitmen negara dalam mempersiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Kepala SMPN 1 Langke Rembong, Adrianus Ndiri Lirik menyampaikan rasa syukur atas dimulainya program MBG. Dan, berharap program ini dapat meningkatkan semangat belajar serta kesadaran siswa dalam menjaga kesehatan.
Dengan jumlah siswa mencapai 1.067 orang, ia berharap program ini mampu membentuk kebiasaan hidup sehat serta mendukung peningkatan konsentrasi dan prestasi belajar peserta didik.
Sementara itu, Korwil SPPG Manggarai, Yetri Indriyati menyebut pelaksanaan SPPG kali ini berlokasi di Pau 2, Dongang, Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong.
Ia menjelaskan bahwa hingga kini sudah ada 14 SPPG di Kabupaten Manggarai, dengan sebaran di tiga kecamatan, dan total penerima manfaat mencapai 34.679 orang. Ia pun berharap seluruh kecamatan di Manggarai dapat terlayani pada tahun 2026.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











