Sendal Seribu, Rindu: Awal dan Tanda Sebuah Cinta

Tatapan Kasih
Pastor Ryano Tagung, Pr (Dokpri)

Selasa, 20 September 2022
Pw. St. Andreas Kim Taegon, Im dan St. Paulus Chong Hasan, Dkk Martir Korea

Ams. 21:1-6,10-13; Mzm.119:1,27,30,34,35,44; Luk. 8:19-21.
[Thn. V-SS/262/9/2022]

Marilah kita berdoa: YA YESUS, kuingin bertemu denganMU. Hati ini sungguh gelisah sebelum bertemu dan beristirahat di dalam kasihMu. Rindu tak berujung, hati selalu sepi, hampa terasa dalam hati, sebab aku belum tinggal dalam KASIHMU. Bimbinglah aku dengan KebijaksanaanMu agar aku melangkah dengan pasti melaksanakan SabdaMu, kini dan sepanjang segala masa, Amin.

Pada suatu hari datanglah Ibu dan saudara-saudara Yesus hendak bertemu dengan Dia. Tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Maka diberitahukan kepada Yesus, “Ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Dikau.” Tetapi Yesus menjawab, “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan melaksanakannya.”

Rindu: Awal dan Tanda Sebuah Cinta

RINDU ini membangkitkan hasrat untuk bertemu. Bertemu DIA yang senantiasa mengisi rasa rindu ini dengan CINTA yang selalu baru. RINDU ini bisa menjadi sebuah awal dari cintaku kepadaNYA. Sebab DIA selalu merindukan aku untuk tinggal dalam kasihNYA. RINDU ini tak lekang, RINDU ini abadi, agar aku selalu punya hati untuk DIA yang selalu mempunyai hati bagiku”

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih
Adalah MARIA dan saudara-saudaraNYA yang rindu, ingin bertemu dengan YESUS. Berani menerobos kerumunan orang, agar dapat bertemu dengan DIA yang sangat dirindukan dan dicintai. Akan tetapi, sebuah SABDA KEHIDUPAN tercipta “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan melaksanakannya.” YESUS bukan menyakiti hati MARIA dan saudara-saudaraNya, melainkan pada SABDA inilah MARIA dan saudara-saudaraNya memperoleh tempat yang sangat istimewa di dalam hati YESUS. Mereka sungguh setia dan tekun dalam mendengarkan dan melaksanakan Kehendak Allah.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih
Kita juga perlu memiliki rasa RINDU yang menggelora di dalam dada untuk bertemu dengan YESUS. RINDU untuk mendengarkan SabdaNYA agar dapat melakukan sabdaNYA. Sebab, bagaimana mungkin kita bisa melalukan SabdaNYA bila kita tidak mendengarkan terlebih dahulu SabdaNYA? Jika itu terjadi maka pewartaan kita akan terasa kering, hampa dan kosong sebab tidak ada CINTA di sana, tidak ada RINDU yang melahirkan cinta yang bergelora kepada YESUS dan Sabda KasihNya. Kita harus berani menerobos kerumunan hati yang ingin bertemu dengan YESUS. Oleh karena itu, kita harus miliki sebuah rasa RINDU yang kuat, agar CINTA kita dapat mengantar kita untuk bertemu dengan YESUS.

RINDU adalah tanda awal dari sebuah CINTA. Kalau sudah ada CINTA maka kita akan siap menyatakan CINTA itu dengan setia dan bertanggung jawab melakukan segala yang diperintahkanNYA kepada kita. Semoga di dalam keluarga dan komunitas kita sudah ada RINDU ini agar membangkitkan semangat untuk semakin mencintai YESUS, mendengarkan dan melaksanakan kehendakNYA. Miliki mata dan hati yang tertuju pada DIA yang kita cintai agar mata yang congkak dan hati yang sombong diambilNYA sehingga kita memperoleh harta surgawi yang telah disiapkanNya bagi kita.

Tanda Sebuah Cinta

Dio Vi Benedica

Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr
Paroki Santu Yusuf, Benteng Jawa