Sendal Seribu, Bungkus Rindu dalam Cinta!

Ketegaran Hati
Pastor Riano Tagung, Pr Pastor Rekan Paroki Tanggar

Kamis, 22 September 2022
Hari biasa, Pekan Biasa XXV
Pkh. 1:2-11; Mzm. 90:3-4,5-6,12-13,14,17; Luk. 9:7-9
[Thn. V-SS/264/9/2022]
Pst. Riano Tagung,Pr

Marilah kita berdoa: YA YESUS, Engkau memanggil aku untuk tinggal dalam kasihMu, tenggelam dalam Rahmat dan CintaMU, melesapkan rasa cemas dan takut yang sering meliputi diriku oleh karena dosa dan kelemahanku. Rasa RINDU dalam dada, Engkau gelorakan, agar aku selalu memiliki rasa rindu yang mendalam untuk berjumpa dengan diriMu, mencicipi KasihMu. Semoga, setiap hari aku selalu memiliki rasa rindu yang selalu baru, yang akan membangkitkan hasrat untuk bertemu dan tinggal dengan Mu Yesus, kini dan sepanjang segala masa, Amin.

Ketika Herodes, raja wilayah Galilea, mendengar segala yang terjadi, ia merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi zaman dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata, “Yohanes kan telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

Bungkus Rindu dalam Cinta!

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih
Ketika kita merenungkan setiap karya Allah dalam hidup kita dan RahmatNya yang cuma-cuma diberikan kepada kita, maka akan selalu lahir rasa rindu yang menggelora untuk berdiam dalam hadiratNYA. Kerinduan ini lahir karena kita sudah merasakan KASIHNYA atau kita ingin merasakan lebih hangat, keintiman kasih ALLAH dalam hidup kita. Tanpa rasa rindu ini, keinginan untuk bertemu dengan YESUS dalam doa dan Ekaristi akan sulit sekali tercapai. Berbeda halnya, ketika rasa rindu ini lahir dari sebuah kekosongan batin akan jamahan kasih ALLAH maka rasa rindu ini akan sangat bergelora agar dapat bertemu dan mengalami KASIH YESUS dalam doa dan Ekaristi.

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih
Bacaan suci pada hari ini, berkisah sedikitnya tentang sikap dan reaksi Herodes setelah mendengarkan kisah heroik yang dilakukan oleh YESUS yang melampaui apa yang telah dilakukan Yohanes Pembaptis. Dalam cemas dan takutnya, Herodes ingin bertemu dengan YESUS. Ketika kita meletakkan kisah ini dalam konteks kehidupan kita sehari-hari, tentunya, kita juga akan menemukan bahwa setiap kita mempunyai kerinduan yang bergelora untuk bertemu dengan YESUS. Oleh karena itu, kita harus sadari bahwa motivasi dasar yang mendorong kita untuk bertemu dengan YESUS pertama-tama karena kita tidak bisa terlepas dari cinta kasihNya. Kita telah terpikat oleh cintaNya yang telah menerima kita apa adanya dengan segala kelemahan dan kekurangan kita. Pengalaman pribadi kita akan kasih Allah yang nyata dalam diri Yesus membuat kita untuk selalu dan senantiasa ingin bertemu denganNya.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam Kristus,
Kita akan selalu memiliki rasa takjub luar biasa atas segala karya YESUS yang sungguh nyata di dalam hidup dan panggilan serta pelayanan kita bila kita sungguh mencintai dan menghidupi kehidupan Doa, Sabda dan Ekaristi. Marilah kita kembali ke dalam komunitas dan keluarga kita masing-masing, sejauh mana kita memiliki kerinduan untuk bertemu dengan YESUS. Apa motivasi dasar kita untuk bertemu dengan YESUS? Ingin menikmati kasihNYa atau untuk memaksa kehendak kita kepada YESUS agar terjadi di dalam hidup kita.
Rinduku untukMu, melahirkan cinta untuk selalu berkanjng dalam doa dan penyerahan diri yang total.

Dio Vi Benedica

Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr
Paroki Santu Yusuf, Benteng Jawa