Cepat, Lugas dan Berimbang

Sedih! Terlahir Sebagai Artesia Ani, Bocah di Bangka Ajang Butuh Bantuan

Kisah Rafael Kecil

Sang ibu, Wilhelmina, di Bere pada Selasa (7/12/21) kepada media ini menuturkan kisah persalinan Rafael, bayi mungil yang terlahir sebagai Artesia Ani.

Artesia Ani
Orang Tua Rafael Agung Tunti, Bocah Penderita Artesia Ani asal Bere, desa Bangka Ajang. (Foto: infopertama)

“Bulan Juli kemarin, tepatnya tanggal 13, saya dan suami serta keluarga ke Pustu Pau. Itu yang terdekat buat kami di sini. Di pustu, saya melahirkan Lalong ini (Rafael).” Beber Wilhelminia.

Setelah melahirkan Rafael, malam harinya Wilhelmina baru menyadari bayi Rafael mengalamai Artesia Ani. Ia curiga saat anaknya kuat makan tapi tidak juga mengeluarkan feses, sebagaimana bayi pada umumnya.

“Malamnya saya perhatikan, lalong ini makannya (ASI) lancar tapi tidak keluar E-enya (feses, pen),” beber Wilhemina.

Menyadari keadaan buah hatinya itu, Ia kemudian melaporkan kepada petugas Medis Pustu Pau. Sehingga, petugas medis merujuk Rafael ke Rumah Sakit (RS) Ben Mboi Ruteng untuk tindakan lebih lanjut.

Sehari Kemudian, Rabu, 14 Juli 2021, bersama petugas kesehatan Pustu Pau, Bayi Rafael bersama Ibu Wilhelmina berangkat ke RS Ben Mboi Ruteng.

Di RS, Rafael mendapat penanganan lanjutan. Rafael menjalani operasi Stoma atau pembuatan anus sementara di perut. Pasca Operasi stoma, tim dokter RS Ben Mboi menyarankan agar Rafael untuk kontrol rutin setiap minggu.

“Sudah operasi kemarin, pak dokter bilang datang kontrol lagi setiap minggu selama tiga bulan.” Tutur Wilhelmina.

Demikian, Wilhelmina, “Terakhir, kontrol bulan September. Karena waktu itu, dokter bilang ibu tidak usah datang kontrol lagi, karena kondisi Stoma anak ini (Rafael-pen) sudah mulai membaik,” sebutnya meniru ucapan dokter.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel