Satu Juta Hektar Rawa di Sumsel untuk Cetak Sawah Baru

Solusi Olah Padi Terapung alias Si Opung diperkenalkan kepada Presiden Prabowo Subianto seusai peluncuran Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (23/4/2025). (Sumber: Kompas/ Adrian Fajriansyah)

”Kita upayakan Sumsel masuk tiga besar provinsi lumbung pangan nasional, tetapi kalau bisa nanti menjadi yang terbesar di Indonesia. Strateginya dengan menambah luas sawah mencapai 1 juta hektar untuk lima tahun ke depan, antara lain di Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin,” ungkap Amran.

Sementara itu, Prabowo mengatakan, dengan terus bertambahnya lahan pertanian, itu artinya butuh lebih banyak gudang untuk menampung hasil para petani. Hal itu mendesak karena di sejumlah daerah peningkatan produktivitas padi membuat gudang yang ada kesulitan menampung hasil panen, antara lain di Sumsel dalam 3-4 bulan terakhir.

Rencana penambahan gudang itu akan dilakukan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Untuk jangka menengah, Prabowo akan meminta semua unsur BUMN, TNI, dan Polri turun tangan membantu penyediaan gudang. Setidaknya, Prabowo akan segera menyediakan anggaran untuk membangun gedung sementara di lahan-lahan milik BUMN, TNI, atau Polri.

Dalam jangka panjang, Prabowo mencanangkan 70.000-80.000 koperasi baru. Nanti, di tiap koperasi itu dibangun gudang untuk menampung hasil pertanian setempat. Bukan hanya gudang kering, koperasi pun akan dilengkapi lemari pendingin agar hasil pertanian tertentu bisa tahan lama.

Di samping itu, koperasi akan dilengkapi 1-2 truk untuk mengangkut dan memasarkan hasil pertanian. ”Dengan panen yang terus bertambah, tidak boleh ada hasil pertanian yang tidak bisa kita simpan dan amankan. Semuanya harus bisa kita tampung dan bantu untuk dipasarkan,” tambah Prabowo. 

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel