Sementara, Menurut Rocky Gerung tentu uang dengan kode seperti itu didapat dengan cara membeli atau mencari langsung.
Namun, dicetak khusus oleh Bank Indonesia. Jika ini benar adanya tentu sangat berlebihan apa yang dilakukan dan dipertontonkan di negeri ini.
Sebab, ini adalah momen personal anak presiden yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan publik.
Rocky Gerung juga menguji keterbukaan dari Bank Indonesia, seandainya ada pihak lain meminta buatkan seri sesuai keinginan mereka adakah BI penuhi. Contoh, Habib Rizieq meminta nomer seri untuk dirinya dengan kode HRS 212.
“Kita ingin ada keterangan, kan perkawinan bukan peristiwa negara. Jadi kalau negara mencetak sesuai uang itu (mahar Kaesang) harus ada keterangannya tuh,” paparnya.
Seperti Prabowo yang juga harus menjelaskan soal pemberian pangkat kepada Deddy Corbuzier.
Yang menjadi persoalan ke depan, tentu warga yang lain akan menuntut kesetaraan yang sama.
Jadi, jika ada yang menikah meminta Bank Indonesia dalam hal ini Perum Peruri untuk membuat uang baru sesuai seri pernikahan atau pun tanggal lahir mereka.
“Ini menjadi preseden yang buruk. Tidak bisa karena anak presiden lalu di isitimewakan Bank Indonesia,” tukasnya. ***
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan