Religi  

Renungan Katolik, Mengampuni Sampai Melupakan!

Mengampuni
Ilustrasi Mengampuni. (foto: Pixabay)

Hari Biasa, Pekan Prapaskah III
Dan 3:25.34-43; Mzm 25:4bc-5ab. 6-7bc.8-9; Mat.18:21-35
[Thn. VI-SS/81/3/2022]

Pastor Riano Tagung, Pr

Marilah kita berdoa: ALLAH BAPA MAHAKUDUS, syukur berlimpah kami haturkan kehadiratMu atas segala rahamt dan cinta yang telah ENGKAU ANUGERAHKAN kepada kami. ENGKAU selalu mengampuni kami setiap kali kami datang dan memohon pengampunanMu. Semoga kami pun mengampuni kesalahan sesama kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus PuteraMu Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam Persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa, Amin

Sekali peristiwa, Petrus datang kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, sampai berapa kalikah aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya, “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.

Ketika ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk membayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

Lalu, ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskan segala hutang itu. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Maka raja itu menyuruh memanggil hamba pertama tadi dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat! Seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonnya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihi engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkan dia kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Demikianlah Bapa-Ku yang di surga akan berbuat terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

Mengampuni Sampai Melupakan!

Paus Fransiskus pernah mengatakan Berani meminta maaf dan berani memaafkan merupakan salah satu kunci penyembuh bagi hati yang luka, bagi jiwa-jiwa terlecehkan dan bagi raga yang pernah mendapat ketidakadilan.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Masa Tobat adalah masa untuk memperbanyak pengampunan dengan menimbun jurang dendam dan amarah. Masa di mana kita memperbanyak kasih dengan amal kasih. Memperbanyak doa dengan semakin menciptakan ruang hening di dalam hati dan batin kita. Doa yang lahir dari dalam hati yang hening, bening dan tulus akan berbuah nyata dalam kehidupan setiap hari salah satunya semakin bertumbuhnya sikap mau saling mengampuni. Mengapa? Karena di dalam doa kita akan bertemu dengan diri yang mengalami kasih dan pengampunan dari ALLAH. Pengalaman dikasihi dan diampuni inilah yang mendorong kita untuk mengampuni sesama kita yang telah bersalah kepada kita.

Mengampuni

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,
Pentingnya membangun sikap mengampuni karena kita harus sadar bahwa tidak ada satu manusia pun yang sempurna. Ketidaksempurnaan manusia memungkinkannya untuk melakukan kesalahan dan dosa. Sadar akan segala keterbatasan dan kekurangannya, maka kita harus Mengikuti Dia Dengan Segenap Jiwa Dan Dengan Takut Kepadanya dan senantiasa mencari wajah Allah (Dan 3:41), agar tidak bertumbuhnya benih dendam dan benci di dalam hati kita. Dengan cara ini, hati kita diisi oleh belas kasihNya yang amat besar bagi kita umatNya. Allah memerlakukan kita dengan kasih dan kemurahanNya maka kita pun hendaknya melakukan hal yang sama dalam kehidupan sehari, bermurah hati bagi sesama (bdk. Dan 3:42).

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,
Hal inilah yang hendak ditekankan oleh Yesus dalam perumpamaanNya tentang pengampunan dalam injil Matius (Mat 18:21-35). Allah yang maharahim penuh dengan kemurahan hati tidak akan pernah memerhitungkan kesalahan kita, lantas apa sebabnya kita mau memperhitungkan kesalahan yang telah dibuat sesama kepada kita! (bdk Mat 18:28-30).

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,
Marilah kita kembali ke dalam keluarga dan hidup komunitas kita. Allah telah menarik kita dengan kerahimanNya agar kita mampu saling memaafkan dan mengampuni satu sama lain. DAMAI YANG SEJATI berawal dari dalam keluarga.DAMAI ada karena ada PENGAMPUNAN. Karena itu, keluarga harus menjadi tempat pertama dan utama di mana semangat untuk mengampuni dan memaafkan bertumbuh dan berbuah. Kita harus kembali ke dalam keluarga dan komunitas kita agar bisa mengampuni sesama anggota keluarga kita terlebih dahulu, karena merekalah orang-orang yang terdekat di dalam hidup kita. Buka hati kita biar Allah mengisi hati kita dengan kasihNya sehingga kita lebih cepat untuk mengampuni daripada diampuni, mengasihi daripada dikasihi, dan memaafkan daripada dimaafkan.

Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr

Omnia Sunt Gratia Caritate Dei
SEMUA KARENA KASIH KARUNIA ALLAH!
=1 Kor 15:10=

Servire Dio Con Amore e Gioia
Melayani Allah dengan Cinta dan Sukacita

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan kami dengan mengikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV