Renungan Katolik, Hati yang Tulus

Hati yang Tulus

“Biarkanlah hatimu diisi oleh KASIH ALLAH agar segala perbuatanmu selalu mengalir dari HATI yang telah disentuh oleh KASIH ALLAH. Hari ini, ALLAH membiarkan diriNYA tinggal di dalam hatimu”
Pastor Riano Tagung, Pr

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS

Hati yang tulus harus menjadi dasar utama dari seluruh tindakan kita. Hati yang tulus tidak mencari pujian, tidak mencari muka, tidak munafik dan tidak berpura-pura. Jika hidup iman kita sungguh mengalir dari hati yang tulus maka buah dari iman akan sungguh nyata dalam kehidupan kita setiap hari. Kita akan berdoa dengan sungguh-sungguh sebab di dalam doa kita berjumpa dengan Allah. Dan, membangun komunikasi yang intim dengan Allah. Kita mampu untuk membantu orang lain, memberikan sedekah dengan ikhlas dan tanpa pamrih.

Kita akan menjalani kewajiban agama dengan ketulusan dan keteguhan iman. Orang akan memiliki hati yang tulus bila dia sungguh membuka hati bagi kehadiran Kasih Allah. Pengalaman akan kasih Allah dalam hidup membantu kita untuk melakukan segala sesuatu dengan ketulusan dan keikhlasan.

Marilah kita kembali ke dalam keluarga dan komunitas kita, kerelaan hati untuk menjalani setiap pilihan hidup dengan penuh sukacita akan mendorong kita untuk bertekun dalam karya cinta kasih, bukan agar orang lihat tetapi agar melalui kita, Kemuliaan Allah semakin nyata. Di samping itu, marilah kita sepanjang hari ini, melihat kembali sembari memeriksa batin kita, apakah selama ini kita melakukan kewajiban agama kita dengan hati yang tulus ataukah karena terpaksa, untuk mengisi waktu luang kita dan hanya sekadar pelarian semata? JANGAN BIARKAN EGOISME MENCURI HATI KITA YANG TULUS UNTUK MENCINTAI DAN MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel