Renungan Katolik, Hati yang siap untuk Melihat dan Mendengar

Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

Hati yang siap untuk Melihat dan Mendengar

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS
PENGALAMAN AKAN KASIH ALLAH di setiap peristiwa hidup kita akan menjadi modal yang berguna sekali bagi kita untuk tetap menaruh kepercayaan dan mempercayakan seluruh hidup kita kepada penyelenggaraan KASIH KARUNIA ALLAH.

Hal ini harus kita sadari sungguh agar hidup kita sungguh kita nikmati dengan penuh sukacita dan selalu mengucap syukur. Lebih dari itu, agar hati kita selalu ada rasa rindu akan JAMAHAN KASIH ALLAH. Jika hal ini tidak kita sadari di dalam hidup kita maka, hati kita akan menebal, telinga akan berat untuk mendengar Sabda KasihNya, mata menjadi buta untuk melihat karya agung Allah yang senantiasa nyata di dalam hidup kita.

Bacaan Suci pada hari ini hendak mengajak kita untuk menjadikan hati kita sebagai lahan yang baik bagi Sabda ALLAH. Hati harus menjadi tempat terindah dan terbaik untuk merasakan KASIH ALLAH. Kalau hati menjadi keras dan menebal maka kita tidak akan bisa merasakan KASIH ALLAH yang mencintai dan mengashi kita.

Bahkan, hidup kita akan semakin jauh dari KASIH ALLAH, kita akan mencintai kegelapan, terjebak dalam kecemburuan, kesombongan, kerakusan, keangkuhan, iri hati, dendam, amarah dan lain sebagainya.
Sebuah pengalaman akan KASIH KARUNIA ALLAH yang kita alami di dalam hidup kita akan membuat hidup kita sungguh berkelimpahan KASIH dan RAHMAT. Meski, kita mengalami berbagai macam tantangan dan cobaan, tetapi karena pengalaman akan kasih Allah inilah yang membuat kita tetap bertahan dan berusaha untuk mengatasi setiap masalah yang ada.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel