Relawan MBG Manggarai Jadi Garda Terdepan Wujudkan Indonesia Emas

Lalu, SMP Bina Kusuma, SMA Bina Kusuma, SMK Bina Kusuma, SMP Bintang Timur, SMA Bintang Timur, SMK Bintang Timur, serta Posyandu Langgo Kopi dan Langgo Ujung Pandang.

“Distribusi ini membutuhkan koordinasi yang cermat dan tenaga yang andal. Di sinilah peran relawan menjadi sangat penting, karena mereka bekerja langsung di dapur dan lapangan,” jelas Ansgariana Yetri, Koordinator MBG Wilayah Manggarai.

Program MBG bukan hanya soal makanan. Ia membuka peluang kerja dan penghasilan tambahan, terutama bagi para ibu rumah tangga yang kini menjadi relawan aktif. Dari total 47 relawan aktif di Manggarai, lebih dari 70 persen adalah perempuan, sebagian besar sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap.

“Dulu saya hanya masak untuk keluarga. Sekarang bisa bantu dapur MBG dan ikut bantu ekonomi rumah. Dapat insentif, dan kami jadi lebih mandiri,” ujar Yohana, relawan SPPG Carep.

Untuk region Manggarai, setidaknya 2 dapur umum telah beroperasi dan mempekerjakan warga lokal. Selain itu, permintaan bahan pangan lokal meningkat secara signifikan, sehingga mendongkrak omzet petani, peternak, dan pedagang sayur di pasar-pasar tradisional.

Visi Indonesia Emas 2045 menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. Di sinilah MBG memainkan peran krusial sebagai fondasi masa depan bangsa.

Anak-anak yang sehat secara gizi akan tumbuh menjadi generasi produktif, kompetitif, dan unggul.

“Kami bukan hanya memberi makan. Kami sedang membentuk masa depan Indonesia yang sehat, kuat, dan mandiri. Ini adalah kerja peradaban,” kata Ansgariana Yetri.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel