Pulang dari Malaysia, Pria Ini Gantung Diri di Pohon Beringin

Gantung
Lokasi penemuan Muhamad Faisal, Warga Praya Tengah yang Tewas Gantung Diri pada pohon Beringin.

Lombok Tengah, infopertama.com – Baru dua hari tiba di kampung halamannya sepulang dari Negeri Jiran, Malaysia, Seorang pemuda Muhamad Faisal (26), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

Faisal, warga Desa Persiapan Lelong Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, NTB tewas gantung diri di pohon Beringin.

“Korban yang baru saja pulang dari Malaysia itu ditemukan gantung diri oleh istrinya,” kata Kapolsek Praya Tengah, Iptu Geger, Rabu (29/12/21).

Ia mengatakan berdasarkan informasi dari beberapa warga, kejadian itu bermula ketika korban keluar rumah berpamitan kepada istrinya. Ia pamitan untuk pergi membersihkan kuburan ayahnya yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah korban pada Selasa.

Sekitar Pukul 15.30 Wita, istri korban merasa heran karena korban belum pulang. Selanjutnya istri korban berinisiatif pergi menyusulnya.

“Ketika di tengah perjalanan istri korban kaget melihat korban dalam posisi tergantung di atas pohon Beringin,” katanya.

Melihat kejadian tersebut, istri korban sepontan berteriak histeris minta tolong. Sehingga warga sekitar berdatangan.

Kemudian warga langsung menurunkan korban dan membawanya ke Puskesmas Batunyala. Setelah Petugas medis melakukan pemeriksaan, mereka menyatakan korban sudah meninggal dunia.

“Satu hasil visum luar tidak menemukan tanda-tanda kekerasan terhadap korban. Selanjutnya keluarga juga menolak untuk lakukan visum dengan menanda tangani surat pernyataan penolakan visum,” katanya.

Dari keterangan singkat istri korban, bahwa korban sebelumnya bekerja sebagai TKI di Negara Malaysia. Faisal baru pulang dua hari yang lalu.

Kemudian, sepulangnya tersebut, istri korban melihat gelagat korban seperti orang kurang waras dengan suka berbicara sendiri dan ketawa sendiri.

“Dari hasil olah TKP, leher korban diikat dengan seutas tali nilon yang diikat di batang pohon beringin,” katanya.

Penulis: Sudirman

Editor: Redaksi

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV