Kupang, infopertama.com – Keindahan Taman Kelapa Lima di Kupang, NTT kini tercoreng aksi premanisme yang kerap timbulkan rasa tidak nyaman bagi para pengunjung.
Parahnya, preman-preman Kelapa Lima mengaku seizin lurah dan babin setempat.
Seperti yang Jesika alami (bukan nama sebenarnya) salah satu pengunjung Taman Kelapa Lima baru-baru ini.


Demikian Jesika mengaku kesal dengan dengan ulah oknum di Taman Kelapa Lima.
“Kami selaku anak muda NTT yang minim pendapatan sangat bersyukur karena bapak Wali kota sudah membangun taman-taman untuk kami pelaku usaha Foto 2.000 untuk membuat usaha (foto dua ribu). Tapi sekarang kami sangat kesusahan karena di Taman Kelapa Lima kami selalu dipalak oleh mereka (Preman, pen) yang minta uang untuk mabuk.” Ujar Jesika via gawainya kepada media ini, Senin, (15/08/2022).
Mereka itu, kata Jesika seperti anak kelapa lima yang palak kita untuk beli minum dan mengotori taman mereka sendiri. Dan, kami yang bukan warga kelapa lima dilarang foto di taman kelapa lima.
Jesika pun mempertanyakan peruntukan pembangunan taman kelapa lima itu. Apakah khusus hanya buat warga kelapa lima atau untuk masyarakat umum?
Sebab menurut Jesika, dia dan teman-temannya warga Oesapa, Oebufu Sikumana larang pergi foto di situ. Sementara, kata Jesika lagi bahwa mereka yang bukan warga di situ sangat menjaga taman kelapa lima.
Demikian Jesika, sedangkan mereka sendiri (warga kelapa lima itu sendiri, pen) minum mabuk. Dan, melakukan hal-hal aneh di taman kelapa lima.
“Kami anak foto dari luar setiap hari dipalak uang sedangan kami tertekan kalo tidak kasih mereka uang kami dapat pukul,” aku Jesika.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
