Pimpin Misa Syukur Pelantikan Bupati dan Wabup Manggarai, Ini Pesan Vikjen KR

Ketiga, kesejahteraan bersama yang tidak hanya ditandai dengan adanya makan dan minum di rumah, tetapi ditandai dengan kasih dan ketertiban yang baik.

Pater Sebastian menuturkan, dalam tugas dan panggilan, orang Katolik tidak memimpin secara tidak terdidik. Tanda bahwa orang memimpin secara tidak terdidik adalah lari dari tugas-tugasnya, mencerai beraikan atau tidak mempersatukan.

“Oleh karena itu kita memiliki tokoh sentral yakni Yesus Kristus, sebagai gembala yang baik, yang mengenal domba-dombanya, yang mencintai, yang menyerahkan nyawa serta mempersatukan kawanan dombanya,” kata Pater Sebastian.

Dirinya melanjutkan, Yesus Kristus harus menjadi sentral. Kalau Yesus Kristus tidak menjadi sentral atau kenyamanan duniawi menjadi sentral maka hidup kita menjadi tidak terarah, tidak seiman dan menjadi egois, menjadi pergunjingan serta kehilangan gairah untuk mencintai.

Pater Sebastian menyebut, Yesus sesungguhnya mengingatkan para pemimpin bahwa memimpin tanpa mengusung semangat Yesus sang gembala baik, berarti kita akan tetap tinggal dalam gagasan semata-mata dan berakhir dengan egoisme, berakhir dengan pengetahuan dan keahlian yang tidak berbuah.

“Bapak Hery dan Bapak Fabi tentu sudah tahu bagaimana membuat pengetahuan dan keahlian mereka, berbuah dalam lima tahun ke depan. Mereka tentu mempunyai mimpi, harapan bagaimana memupuk perkembangan dan pencapaian eksistensi manusia secara penuh dan makna sejati. Mereka tahu bagaimana membangun karakter khas Kristiani dan kultural Manggarai serta mempromosikan kemampuan semua komponen selama lima tahun ke depan,” paparnya.

Laman: 1 2 3 4

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses