Hadir pula Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Manggarai, Livinus Vitalis Livens Turuk, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai, Paulus Jeramun, M.Si., sejumlah kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ribuan umat yang memadati gereja.
Kehadiran para pejabat pemerintah bersama para imam, biarawan-biarawati, dan umat menunjukkan eratnya sinergi antara Gereja dan pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan pelayanan.
Lima Dekade Menjadi Tanda Kasih dan Pelayanan
Dalam homilinya, RP Sebastian Hobahana, SVD mengajak seluruh umat menjadikan usia emas Paroki Santo Antonius Padua Ri’i sebagai momentum untuk memperbarui komitmen iman dan pelayanan.
Menurutnya, perjalanan selama lima puluh tahun merupakan bukti nyata penyertaan Tuhan yang harus disyukuri sekaligus menjadi panggilan untuk terus membangun Gereja yang hidup, bertumbuh, dan menjadi berkat bagi sesama.
Ia menegaskan bahwa Gereja dipanggil untuk terus berjalan bersama dalam semangat sinodal, menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan kasih Kristus melalui pelayanan yang nyata di tengah keluarga maupun masyarakat.
Sementara itu, Pastor Paroki Santo Antonius Padua Ri’i, RD Tarsi Syukur, menyampaikan rasa syukur atas penyelenggaraan Tuhan yang telah menyertai perjalanan paroki selama lima dekade. Menurutnya, berbagai capaian yang diraih hingga usia ke-50 merupakan buah dari kerja sama para pastor yang pernah berkarya, dewan pastoral, para religius, tokoh umat, kaum muda, dan seluruh umat yang terus memelihara semangat persaudaraan serta gotong royong.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











