“Pelayanan KB ini bukan hanya tentang pengaturan kelahiran, tetapi juga bagaimana keluarga dapat merencanakan masa depan yang lebih baik, memastikan kesehatan ibu dan anak, serta menciptakan keluarga yang berkualitas,” ujar Kadis Diana.
Perayaan Ekaristi Harganas ke 33: Keluarga Jadi Benteng Utama Pembentukan Karakter
Kadis Diana menjelaskan, rangkaian peringatan Harganas ke 33 Tingkat Kabupaten Manggarai juga dilaksanakan Perayaan Ekaristi yang disatukan dengan perayaan Ekaristi Minggu Biasa XIII (28 Juni 2026) di Gereja Paroki Santo Mikhael, Kumba.
Pada awal perayaan Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin, yang akrab disapa Romo Dino, umat diajak menghayati tema nasional “Ayah Wajib Hadir” sebagai panggilan bagi orang tua, khususnya ayah, untuk hadir bukan hanya secara fisik tetapi juga melalui perhatian, pendampingan, doa, dan keteladanan.
Dalam homili, umat diajak merenungkan bahwa kasih kepada Tuhan tidak bertentangan dengan kasih kepada keluarga. Ketika Tuhan menjadi pusat kehidupan, keluarga akan mampu membangun relasi yang lebih tulus, setia, dan bertanggung jawab.
Peringatan Hari Keluarga Nasional juga menjadi pengingat bahwa keluarga merupakan sekolah pertama kehidupan. Di dalam keluarga, anak-anak belajar tentang kasih, penghormatan, tanggung jawab, kejujuran, disiplin, serta nilai-nilai yang membentuk karakter.
Tema “Ayah Wajib Hadir” menjadi pesan penting bahwa kehadiran ayah bukan sekadar berada di rumah, tetapi hadir melalui perhatian, komunikasi, pendampingan, dan tanggung jawab terhadap keluarga.
Peringatan HARGANAS ke-33 menjadi ajakan bersama bagi seluruh keluarga di Kabupaten Manggarai untuk terus menjaga nilai gotong royong, saling menghormati, dan memperkuat kehidupan keluarga sebagai fondasi dalam membangun masyarakat, Gereja, dan bangsa.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











